BMKG Stasiun Geofisika Malang Mencatat 62 Gempa Bumi Sepanjang Januari 2021

Meski banyaknya kejadian gempa bumi, namun tidak berdampak atau menimbulkan kerusakan. Sebab menurut BMKG Stasiun Geofisika Malang....

Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Selasa, 02 Februari 2021 | 06:00 WIB
BMKG Stasiun Geofisika Malang Mencatat 62 Gempa Bumi Sepanjang Januari 2021
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

SuaraMalang.id - Sepanjang 2021, BMKG Stasiun Geofisika Malang mencatat ada 62 gempa bumi terjadi di perairan selatan. 

Berdasarkan kedalaman pusat gempa bumi, sejumlah 54 kejadian tercatat sebagai gempa bumi dangkal (hiposentrum kurang dari 60 km). Sedangkan 6  gempa bumi diantaranya, terjadi sebagai gempa menengah (hiposetrum antara 60-300 km).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ma'muri mengatakan, bahwa magnitudo terbesar yang tercatat adalah 4.9 SR dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah 1.5 SR. Jumlah frekuensi terjadi gempa bumi paling banyak enam kali. Ini melalui rekaman data yang dilakukan per hari.

"Kejadian gempabumi terbanyak terekam pada 7 dan 13 Januari 2021 dengan jumlah kejadian gempa bumi yaitu 6 kali. Sedangkan pada tanggal 1, 3, 6, 8, 16 dan 20 September 2020 tidak terekam adanya aktivitas gempa bumi," katanya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id jaringan suara.com, Senin (1/2/2021).

Baca Juga:BMKG Keluarkan Peringatan Dini, 3 Hari ke Depan Jateng Diguyur Hujan Lebat

Ia menambahkan, bahwa terjadi fluktuasi gempa bumi, khususnya yang ada di perairan selatan.

"Karena aktivitas lempeng bergerak dinamis dan tidak bisa diprediksi," ujarnya.

Ia melanjutkan, bahwa aktivitas lempeng yang berada di perairan Selatan menjadi penyebab terjadinya gempa bumi. Bahkan, menurutnya, bisa menyebabkan potensi terjadinya tsunami.

"Dari peta distribusi epicenter gempabumi periode Bulan Januari 2021, terlihat 53 kejadian gempabumi terjadi di laut dan tersebar di selatan Pulau Jawa sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia," jelasnya.

Kejadian gempa bumi di darat, lanjut dia, tercatat ada 9 kejadian. Gempa itu berada di kedalaman dangkal sebagai akibat aktivitas sesar lokal.

Baca Juga:Gempa Guncang Lagi Mamuju, Warga Diminta Hindari Bangunan Rentan Runtuh

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktifitas pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dengan lempeng Eurasia dan aktivitas sesar lokal yang berada di Pulau Jawa," sambung dia.

Meski secara kuantitas gempa bumi sangat banyak, namun tidak mengakibatkan kerusakan. Sebab, mayoritas titik gempa berada di laut lepas yang jauh dari bibir pantai.

"Alhamdulillah tidak ada kejadian yang menonjol. Kendati demikian, kami terus memantau kondisi terkini dan mengupdate kepada masyarakat maupun rekan-rekan media," ujarnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai kabar hoaks. Terutama kabar yang tidak jelas terkait gempa bumi maupun tsunami.

"Karena informasi resmi hanya dikeluarkan oleh BMKG," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini