"Kedalamannya sekitar 50 cm lah. Untuk yang tertinggi bisa sampai setengah meter. Dari pemantauan sendiri paling parah di depan Rumah Sakit (RS) Universitas Brawijaya (UB)," katanya.
Alie mengungkapkan, pihaknya terus berproses guna menangani permasalahan banjir di Kota Malang yang hingga saat ini pun masih menjadi keluhan masyarakat Kota Malang.
"Kita selalu koordinasi bersama DPUPR, DLH dan juga masyarakat. Jadi kita terus harus melihat kedepan bagaimana kita harus menindak banjir ini," tuturnya.
Untuk proses penanganannya, lanjut Alie, dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mengadakan gerakan angkat sampah hingga sumur injeksi dan biopri dalam rangka penampungan air.
Baca Juga:Tak Terdampak Kenaikan Harga, Stok Kedelai di Kota Malang Aman
"Jadi marilah kita bersama-sama tidak membuang sampah di sungai jalan, karena itu sebenarnya menjadi permasalahan yang mengakibatkan banjir di Kota Malang. Bagaimana pun kita harus membuang sampah pada tempatnya," ucapnya.