-
Klaim penghapusan Dana Desa beredar luas di Facebook.
-
TurnBackHoax tidak temukan bukti pernyataan resmi Purbaya.
-
Dana Desa tetap dianggarkan dalam RAPBN 2026.
SuaraMalang.id - Informasi soal Dana Desa kembali menjadi sorotan setelah beredar unggahan di media sosial yang mengklaim Menteri Keuangan, Purbaya, akan menghapus Dana Desa dan menggantinya dengan subsidi listrik, sembako, serta BBM.
Klaim tersebut ramai diperbincangkan dan memicu kebingungan publik, khususnya di tengah pembahasan anggaran negara.
Unggahan itu berasal dari akun Facebook “Ferdian Dudy N” yang diposting pada Selasa (20/1/2026). Dalam unggahan tersebut tertulis narasi, “Menkeu Purbaya: Dana Desa akan dihapus dan diganti dengan subsidi listrik, sembako, dan BBM”.
Benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan satu pun informasi valid dari media kredibel maupun pernyataan resmi Purbaya yang mendukung klaim penghapusan Dana Desa tersebut.
Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan kata kunci “anggaran dana desa tahun 2026”. Hasil pencarian mengarah ke laman resmi Kementerian Keuangan di kemenkeu.go.id yang memuat dokumen Undang-Undang APBN serta Nota Keuangan.
Dalam dokumen resmi tersebut, pemerintah masih mengalokasikan Dana Desa sebagai bagian dari kebijakan fiskal nasional.
Dalam Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2026, Dana Desa tetap dianggarkan untuk mendukung pembangunan desa tertinggal, penguatan ekonomi lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Tidak terdapat pernyataan atau kebijakan yang menyebutkan bahwa Dana Desa akan dihapus ataupun diganti dengan subsidi listrik, sembako, maupun BBM.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, menyimpulkan bahwa klaim yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar fakta. Tidak ada bukti valid yang menyatakan adanya rencana penghapusan Dana Desa oleh pemerintah maupun oleh Menteri Keuangan Purbaya.
Kesimpulan
Unggahan berisi klaim “Purbaya mau menghapus dana desa, diganti subsidi listrik, BBM, hingga sembako” dikategorikan sebagai konten palsu atau fabricated content alias hoaks.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan memverifikasi informasi terkait Dana Desa melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Berita Terkait
-
Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok
-
Viral Wanita Ngamuk Tuduh Bocah Laki-laki 4 Tahun Sentuh Bokongnya di China
-
Polisi Temukan Uang Rp1,9 M di Rumah Sika Ae Wanita di Video Viral Biksu Thailand
-
Purbaya Bantah Kantongi Rp 100 Miliar dari Jual Beli Jabatan Kemenkeu
-
Namanya Dicatut Jadi Caleg Demorkat, Sarah Sechan Geram: Jangan Coblos Aku Ya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat