-
Isu audit kekayaan Luhut viral luas tanpa sumber resmi.
-
Penelusuran Mafindo tidak temukan bukti pernyataan Menkeu Purbaya.
-
Klaim dinyatakan hoaks dan termasuk fabricated content.
SuaraMalang.id - Isu Menkeu Purbaya audit kekayaan Luhut mendadak menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Klaim tersebut muncul dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook “Rizky Andika” pada Minggu (18/1/2026) dan menyebut Menteri Keuangan Purbaya siap mengaudit kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan secara transparan. Narasi itu langsung memantik perhatian warganet dan menuai beragam reaksi.
Dalam unggahan tersebut, dituliskan narasi panjang berbunyi:
“SOROTAN PUBLIK TERTUJU KEPADA MENTERI PURBAYA SETELAH IA MENYATAKAN KESIAPANNYA UNTUK MENGAUDIT KEKAYAAN LUHUT BINSAR PANJAITAN SECARA TRANSPARAN MENYUSUL DUGAAN KETERKAITAN PT TOBA DENGAN PENGGUNDULAN HUTAN DI ACEH DAN SUMATERA SEHINGGA BANYAK MASYARAKAT YANG MENUNTUT KETERBUKAAN SEKALIGUS MENGINGATKAN AGAR LANGKAH INI DIJALANKAN SECARA CERMAT DAN TIDAK MENGANDUNG KEBOHONGAN SEDIKITPUN”.
Unggahan itu disertai takarir singkat, “purbaya nekat”. Klaim Menkeu Purbaya audit kekayaan Luhut juga ditemukan pada unggahan akun TikTok “fd.farell”.
Benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan satu pun pernyataan resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Penelusuran justru mengarah pada sejumlah berita lain yang tidak berkaitan langsung dengan isu audit kekayaan. Salah satunya artikel metrotvnews.com berjudul “Luhut Dukung Langkah Menkeu Purbaya Guyur Rp200 Triliun ke Perbankan” yang tayang Kamis (16/10/2025). Berita itu membahas dukungan Luhut terhadap kebijakan ekonomi, bukan soal audit harta.
Selain itu, artikel antaranews.com “Harta kekayaan Luhut Pandjaitan menurut data LHKPN” yang tayang Senin (11/11/2024) memuat data LHKPN Luhut dengan total kekayaan mencapai Rp1,04 triliun pada periodik 2023. Tidak ada keterangan mengenai rencana audit oleh Menkeu.
Kesimpulan
Klaim Menkeu Purbaya audit kekayaan Luhut tidak didukung fakta. Atas dasar itu, unggahan tersebut sebagai konten palsu atau fabricated content atau berita hoaks.
Publik diimbau untuk lebih cermat menyaring informasi, terutama yang viral di media sosial, agar tidak terjebak hoaks audit kekayaan yang menyesatkan.
Berita Terkait
-
AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta
-
Suahasil Klaim Indonesia Punya Kekayaan Alam yang Tak Dimiliki Negara Lain, Dari Hutan hingga Laut
-
Advokat Amin Fahrudin Usul LHKPN Dipakai untuk Telusuri Kekayaan Tak Wajar Pejabat
-
Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe
-
Yusril: Presiden Bukan Berarti Setuju Kajian Luhut Soal Definisi Korupsi
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang
-
Optimistis Tumbuh Berkelanjutan, BRI Konsisten Perkuat Kepercayaan Lewat Buyback Saham
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos