Riki Chandra
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:11 WIB
Hoaks Listrik dan ATM mati total. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Video TikTok klaim listrik mati tujuh hari viral dan menimbulkan kepanikan.
  • Tidak ada bukti resmi pemerintah atau PLN soal pemadaman nasional.
  • Klaim bersumber dari potongan video tanpa data pendukung valid.

SuaraMalang.id - Klaim listrik mati 7 hari di Indonesia viral di media sosial TikTok dan memicu kepanikan warganet. Video yang diunggah akun TikTok “.semprul11” pada Sabtu (17/01/2026) menampilkan nama Dharma Pongrekun dengan narasi bahwa listrik dan layanan ATM di Indonesia akan mati selama tujuh hari ke depan.

Dalam unggahan tersebut, akun “.semprul11” menuliskan narasi ajakan berbagi dengan tagar bertema kepanikan global dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Klaim listrik mati 7 hari itu disertai teks sebagai berikut:

Segera bagikan ke teman atau saudara kalian#dharmapongrekun #fyp #panikglobal#fyppppppppppppppppppppppp #beritaviral Persiapan Menghadapi Listrik Mati Selama 7 Hari Pelajari cara bertahan hidup 7 hari tanpa listrik. Siapkan diri sebelum terjadi kepanikan! #dharmapongrekun #panikglobal #beritaviral

Narasi tersebut mendorong masyarakat untuk melakukan persiapan darurat seolah-olah listrik mati 7 hari merupakan kepastian yang akan terjadi dalam waktu dekat

Lantas, benarkah informasi tersebut?

Berdasarkan tim Cek Fakta TurnBackHoax, ditemukan video serupa yang diunggah di kanal YouTube “Ngaji Roso” pada Jumat (09/01/2026).

Potongan video yang membahas isu listrik mati selama tujuh hari ditemukan pada durasi 1:24:57. Dalam tayangan tersebut, Dharma Pongrekun terlihat menyampaikan pandangannya terkait kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan situasi darurat.

Video tersebut juga menyebut beberapa negara Eropa, seperti Belanda dan Jerman, yang diklaim telah menyiapkan skenario keadaan darurat. Namun, tidak ditemukan penjelasan atau pernyataan resmi yang mengaitkan kondisi tersebut dengan konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran, apalagi dikaitkan langsung dengan listrik mati 7 hari di Indonesia.

Penjelasan yang disampaikan Dharma dalam video lebih berupa ajakan umum agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Tidak ada data, dokumen, atau sumber resmi yang mendukung klaim bahwa konflik global akan berdampak langsung pada terhentinya pasokan listrik, layanan ATM, maupun internet di Indonesia selama listrik mati 7 hari.

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia maupun PT PLN (Persero) juga belum mengeluarkan pengumuman atau peringatan apa pun terkait rencana pemadaman listrik nasional selama tujuh hari sebagaimana yang diklaim dalam video viral tersebut.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim listrik mati 7 hari di Indonesia tidak didukung oleh data maupun pernyataan resmi dari otoritas terkait. Video yang beredar hanya berisi imbauan umum tanpa dasar valid dan berpotensi menyesatkan publik.

Dengan demikian, klaim “listrik dan ATM bakal mati selama 7 hari” dikategorikan sebagai konten menyesatkan (misleading content) atau hoaks.

Load More