-
Kasus superflu Malang terpantau terkendali dan seluruh pasien sembuh.
-
Mayoritas kasus superflu Jawa Timur ditemukan di Kota Malang.
- Pemeriksaan superflu dilakukan dengan metode whole genome sequencing.
SuaraMalang.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Jawa Timur (Jatim), menegaskan seluruh pasien yang terkonfirmasi influenza A H3N2 Subclaude K atau superflu telah dinyatakan sembuh setelah menjalani pemantauan medis secara intensif.
Kepastian ini disampaikan menyusul hasil pemantauan selama beberapa bulan terakhir terhadap pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif, menyampaikan bahwa kasus superflu terdeteksi secara bertahap sejak September hingga November 2025.
Seluruh pasien yang teridentifikasi telah termonitor dengan baik dan tidak menunjukkan komplikasi lanjutan.
“Satu di September, satu di Oktober, kemudian sisanya di November. Itu (pasien) sudah termonitor terkendali dan dalam kondisi sembuh,” kata Husnul, Sabtu (10/1/2026).
Menurutnya, kasus superflu di Kota Malang juga ditangani dengan pelacakan kontak erat. Seluruh orang yang sempat berinteraksi langsung dengan pasien telah menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada penularan lanjutan di masyarakat.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, total kasus superflu di wilayah Jawa Timur mencapai 18 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 17 kasus ditemukan di Kota Malang, sementara satu kasus lainnya berada di luar wilayah tersebut.
Husnul menjelaskan bahwa temuan kasus berasal dari hasil pemeriksaan pasien dengan gejala influenza like illness (ILI) di Puskesmas Dinoyo serta severe acute respiratory infection (SARI) di RSUD Saiful Anwar.
Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari surveilans rutin terhadap penyakit infeksi saluran pernapasan.
“ILI ada gejala batuk, demam, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, suhu di atas 38 derajat. Di RSSA (RS Saiful Anwar) itu SARI, jadi gejala sindrom infeksi yang berat,” ujarnya.
Sampel pasien dikumpulkan dalam rentang waktu tiga bulan, yakni September, Oktober, dan November. Selanjutnya, sampel tersebut dikirimkan ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) untuk pemeriksaan lanjutan dan diteruskan ke Balai Besar Laboratorium Biologi di Jakarta.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode whole genome sequencing (WGS) guna memastikan apakah sampel pasien benar terpapar influenza A H3N2 subclaude K atau tidak. Metode ini digunakan untuk mendapatkan kepastian hasil diagnosis secara menyeluruh.
“Desember dan Januari belum dapat informasi,” ucap Husnul.
Meski kasus superflu Malang dinyatakan terkendali, Dinkes Kota Malang tetap melakukan edukasi kepada masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kekhawatiran publik, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap upaya pencegahan penyakit menular.
Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat, seperti menggunakan masker saat sakit, mencuci tangan, vaksinasi, serta memperhatikan asupan gizi harian guna menjaga daya tahan tubuh.
Berita Terkait
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik, Bisa Bajak Sawah 1 Hektare Sekali Cas
-
BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor
-
Panen Kopi Robusta Jember Ditargetkan Tembus 100 Ton
-
Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci PERBANAS dan BRI Cegah Kejahatan Digital
-
Dikira Rehat Saat Cari Nafkah, Sopir Truk Tebu di Malang Ditemukan Meninggal dalam Kabin
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Taipei dan KDEI Perkuat Edukasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang