SuaraMalang.id - Viral di media sosial antrean mengular di loket pintu masuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Dalam video yang beredar terdengar sejumlah orang marah diduga karena panjangnya antrean. Seperti yang diunggah akun Instagram @traveling.bromo tampak beberapa orang mengerumuni pos loket.
Dinarasikan, antrean tersebut disebabkan scan barcode tiket pengunjung. Akibatnya sejumlah wisatawan gagal melihat sunrise. Unggahan tersebut mendapat banyak komentar dari warganet. Beberapa menyayangkan sistem yang dinilai kurang bersahabat. "Niat Rekreasi, malah Tewur ..." tulis warganet.
Pihak TNBTS angkat bicara mengenai hal tersebut. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS Septi Eka Wardhani mengatakan, antrean terjadi karena adanya pengecekan tiket dan jumlah pengunjung.
Diduga antrean di loket tersebut terjadi sekitar tanggal 27-28 Januari yang memang jumlah wisatawan membeludak. "Antrean di pintu masuk karena pengecekan tiket dan jumlah pengunjung, di mana saat itu memang jumlah pengunjung cukup padat," ujar Septi dikutip dari TIMES Indonesia--jaringan Suara.com, Kamis (30/1/2025).
Dia menyampaikan, antrean diperparah dengan banyaknya jumlah pengunjung yang belum membeli tiket.
Kemudian ditambah dengan rombongan wisatawan yang sebenarnya sudah booking online, namun yang memegang kode barcode-nya sulit dicari.
"Antrean di pintu masuk terjadi karena banyaknya pengunjung yang belum membeli tiket, atau barcode bukti booking online dibawa oleh salah satu anggota rombongan dan keberadaannya susah dicari," jelasnya.
Ada juga wisatawan yang tidak bisa masuk karena kehabisan kuota kunjungan.
Baca Juga: Viral Penampakan Black Panther di Bromo-Semeru, TNBTS Sebut Ada 24 Ekor
Septi mengimbau kepada wisatawan untuk memastikan kepemilikan tiket kunjungan ke Gunung Bromo serta jumlah rombongan terlebih dahulu sebelum berangkat ke sunset point.
"Maka pastikan sebelum berkunjung sudah memiliki tiket dan siapkan barcode yang mudah dicari atau dicek oleh petugas untuk di scan dan dicek jumlah pengunjung yang tertulis di bukti booking online dengan jumlah rombongannya," ungkapnya.
Pihaknya menegaskan pengecekan tiket dengan jumlah rombongan sudah menjadi kewajiban petugas. Septi meminta masyarakat tidak menuding itu sebagai menghambat kegiatan wisata.
"Sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mengecek setiap pengunjung yang masuk dalam kawasan taman nasional. Jadi jangan dianggap bahwa pengecekan tersebut merupakan dalih bagi kami untuk menghambat kegiatan wisata di Bromo, apalagi menghambat wisatawan menikmati keindahan Bromo," tuturnya.
Menurut Septi, untuk mengurangi dampak antrean pada pintu masuk, rombongan wisatawan yang akan berkunjung ke Gunung Bromo agar jauh hari sudah memesan tiket secara online. Hal ini juga demi memperlancar dan membawa kenyamanan dalam berwisata ke Gunung Bromo.
"Kami menghimbau demi kelancaran dan kenyamanan kunjungan wisata ke Gunung Bromo, pastikan semua yang akan berkunjung untuk membeli tiket masuk jauh-jauh hari dan membawa sendiri barcode masing-masing," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Bangun Fondasi Ekonomi dari Desa, BRI Optimalkan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih
-
Dari Pesisir Malang Menembus Bursa Karbon Dunia: Hutan Mangrove CMC Siap Menjaring 'Cuan Biru'
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi
-
BRI Optimalkan Momentum MotoGP Mandalika untuk Perluas Peluang Bisnis