SuaraMalang.id - Majelis hakim Pengadilan Negeri Tulungagung menjatuhkan vonis rendah kepada Gatot Riyadi (37), terdakwa kasus penyuntikan LPG bersubsidi 3 kg ke tabung Bright Gas 12 kg.
Pada sidang yang digelar Kamis (16/5/2024), warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, ini dijatuhi hukuman empat bulan penjara dan denda Rp 5 juta.
Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan dan denda Rp 5 juta subsider kurungan selama tiga bulan. Namun, majelis hakim memutuskan hukuman yang lebih ringan dari tuntutan JPU.
Penasihat hukum terdakwa, Fitri Ernawati, menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut. "Putusannya dua bulan lebih rendah dibanding tuntutan JPU. Namun, dendanya sama," jelas Fitri.
Dalam amar putusannya, hakim menyatakan terdakwa melanggar Pasal 55 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.
Hal yang meringankan hukuman terdakwa antara lain pengakuan kesalahannya, sikap kooperatif, baru pertama kali melakukan pelanggaran hukum, serta statusnya sebagai tulang punggung keluarga.
Sementara itu, yang memberatkan adalah terdakwa terbukti mendapat keuntungan dari pelanggaran hukum yang dilakukannya.
"Terdakwa baru dua bulan menjalankan aksinya. Keuntungannya juga tidak besar," sambung Fitri.
Fitri menambahkan bahwa terdakwa sebenarnya memiliki tempat berjualan LPG dan mulai belajar memindahkan gas bersubsidi ke tabung gas 12 kg pada Oktober 2023. Gatot sempat mengalami kecelakaan hingga tangannya terbakar.
Ia mulai benar-benar menjual gas 12 kg hasil suntikan tersebut pada November 2023 dan ditangkap pada awal Januari 2024.
Terdakwa mulai ditahan pada 29 Januari 2024, sehingga berdasarkan putusan hakim, masa penahanannya kurang 13 hari.
"Sesuai putusan hakim, dia akan bebas pada 29 Mei. Jadi masih tersisa 13 hari lagi," tandas Fitri.
Sebelumnya, polisi menyita barang bukti berupa 190 tabung gas 3 kg, 15 tabung 3 kg dalam kondisi kosong, 10 tabung Bright Gas 12 kg terisi penuh, dan 37 tabung kosong dari Gatot.
Ia sengaja memindahkan gas bersubsidi dari tabung 3 kg ke tabung nonsubsidi 12 kg dengan merek Bright Gas milik Pertamina.
Jika dihitung matematis, untuk mengisi tabung 12 kg dibutuhkan empat tabung gas 3 kg. Dengan harga jual tabung 3 kg adalah Rp 17.000, maka diperlukan Rp 68.000 untuk mengisi tabung 12 kg. Sementara tabung 12 kg hasil oplosan ini dijual dengan harga dasar Rp 192.000 per tabung, sehingga ada keuntungan sebesar Rp 124.000 per tabung.
Berita Terkait
-
Perempuan Tulungagung Diculik sampai Hamil 7 Bulan, Pelaku Masih Buron
-
KPU Tulungagung Musnahkan 7.598 Surat Suara Rusak dan Kelebihan
-
Satu Korban Terseret Ombak Pantai Jembatan Panjang Malang Ditemukan di Tulungagung
-
Beraksi di 32 Lokasi, Petualangan 2 Pelaku Curanmor Asal Madura Berakhir di Tulungagung
-
KPK Periksa Sejumlah Pejabat di Jatim Terkait Dugaan Korupsi Budi Gunawan, Eks Kepala Bappeda Pemprov
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Skandal Nikah Siri Sesama Jenis di Malang: Versi Berbeda Intan dan Rey Soal 'Suami'
-
Warga Malang Geger Hujan Es Sebesar Kerikil, Jangan Panik! Kenali Tanda-Tandanya
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi
-
Tak Curiga Waktu Pacaran: Kisah Intan Perempuan Asal Malang Miliki Suami Seorang Wanita
-
Suami Intan Ternyata Perempuan: Kedok Palsu Terbongkar saat Malam Pertama