SuaraMalang.id - Kurma menjadi salah satu buah yang banyak dicari saat bulan Ramadan 1445H, karena khasiatnya yang beragam, mulai dari meringankan gangguan pencernaan hingga masalah jantung dan anemia.
Namun, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Internasional, Sudarmoto, baru-baru ini mengeluarkan imbauan agar umat Islam di Indonesia menghindari pembelian kurma produksi Israel.
Imbauan ini dikeluarkan menyusul kekhawatiran terhadap produk-produk dari Israel, yang dikenal sebagai salah satu produsen kurma Medjool terbesar di dunia.
Majelis Ulama Indonesia menetapkan kurma dari Israel sebagai haram, mendorong umat Islam untuk mempertimbangkan asal-usul kurma yang dibeli, terutama menjelang bulan Ramadhan.
Baca Juga: Ngabuburit Asyik di Taman Kota Malang, Sambut Berbuka dengan Kesegaran Alam
Sudarmoto menyerukan kepada umat Islam di Indonesia untuk berkontribusi dalam melawan kekejaman yang dilakukan oleh negara Israel terhadap Palestina dengan cara menghindari produk-produk dari negara tersebut, termasuk kurma.
Dalam imbauannya, MUI juga merilis daftar merk kurma asal Israel yang sebaiknya dihindari, termasuk Medjol Plus, Waitrose, Kalahari, dan beberapa merk lain yang dikenal luas di pasar.
Berikut daftar kurma Israel selengkapnya:
1. Medjol Plus
2. Waitrose
3. Kalahari
4. Bon Bon
5. Carmel Agrexco
6. Hadiklaim
7. Shams
8. Bomaja
9. Desert Diamond
10. Delilah
11. Delilah
12. Urban Platter
13. Sincerely Nuts
14. Edeka
15. Anna & Sarah
16. Galilee
17. Ventura
18. Nava Fresh
19. Bomaja
20. Fancy Medjoul
21. Food to Live
22. Jordan River
23. Karsten Farms
24. Royal Treassure
25. Tamara Barhi
26. King of Dates
27. La Palma
28. Dates Medjoul
29. King Solomon
30. Star Dates
Langkah MUI ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih produk yang tidak hanya baik untuk kesehatan tetapi juga etis dalam konteks politik dan sosial global.
Baca Juga: Polisi Amankan Truk Bermuatan Arak Bali di Jalur Pantura Probolinggo
Penghindaran terhadap kurma Israel juga dilihat sebagai bagian dari upaya lebih luas dalam mendukung kemerdekaan dan hak asasi manusia rakyat Palestina.
Saat bulan Ramadhan semakin dekat, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat membuat pilihan yang lebih bijak dalam membeli kurma, dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, khasiat, dan juga dampak politik dari pembelian tersebut.
Kontributor : Elizabeth Yati
Berita Terkait
-
Waspada! MUI Ingatkan Pemudik Soal Jamu Gratis Beralkohol Tinggi di Jalur Mudik
-
Kurma Palm Fruit dan Tunisia Sering Dipalsukan, Ini Cara Ceknya!
-
Aneka Kurma Terlengkap di Tokopedia: Rekomendasi Buka Puasa
-
Kurma Laris Manis di Pasar Tanah Abang, Harga Mulai Rp40.000/kg
-
Resep Es Buah ala Ussy Sulistiawaty Disorot Netizen: Bahannya Mahal Semua, Gimana Kita Mau Coba?
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
Terkini
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
-
Isi Rumah Warga Gondanglegi Malang Ludes, Pelaku Ternyata Orang Terdekat
-
BRImo Jadi Solusi Transaksi Digital yang Cepat, Aman, dan Efisien Selama Libur Lebaran