SuaraMalang.id - Ketika Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk mengurangi hukuman Ferdy Sambo dari hukuman mati menjadi penjara seumur hidup, Fikri Budiman, putra dari Freddy Budiman yang divonis mati atas kasus narkoba, angkat bicara dengan nada sarkastis.
Lewat Instagram Stories yang dikutip oleh InsertLive, Fikri memperlihatkan kekecewaannya terhadap sistem hukum Indonesia.
"Sudah dibilang, tujuan hukuman mati dulu hanya untuk menenangkan opini publik. Sekarang, kita tunggu saja ketika masyarakat melupakan kasus ini, berita tentang kebebasan Ferdy Sambo akan muncul," ujar Fikri.
Ia pun membandingkan kasus Ferdy Sambo dengan nasib tragis ayahnya, Freddy Budiman. Dengan nada sinis, Fikri menulis, "Lebih suci bunuh orang daripada narkoba."
Keputusan MA ini tidak hanya berdampak pada Ferdy Sambo. Putri Candrawathi, yang awalnya dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, kini hukumannya dipotong menjadi 10 tahun.
Selain itu, Kuat Ma'ruf yang awalnya mendapatkan 15 tahun penjara, hukumannya kini berkurang menjadi 10 tahun. Sementara Ricky Rizal Wibowo, yang awalnya divonis 13 tahun, sekarang hanya mendapatkan 8 tahun.
Kontroversi ini semakin menambah panas ketika diketahui bahwa Bharada Richard Eliezer sudah dilepaskan dari penjara sejak Jumat yang lalu.
Keputusan MA ini telah memicu banyak spekulasi dan pertanyaan dari publik tentang integritas sistem hukum di Tanah Air.
Kontributor : Elizabeth Yati
Baca Juga: Batalkan Hukuman Mati Ferdy Sambo, MA Bikin Kecewa Keluarga Brigadir Yosua
Berita Terkait
-
Batalkan Hukuman Mati Ferdy Sambo, MA Bikin Kecewa Keluarga Brigadir Yosua
-
Vonis Mati Jadi Seumur Hidup, Kejagung Segera Eksekusi Ferdy Sambo Cs ke Lapas
-
4 dari 5 Hakim yang Potong Hukuman Ferdy Sambo Sering Jatuhkan Vonis Mati
-
Putusan MA Batalkan Hukuman Mati Ferdy Sambo, Kejagung: Sudah Akomodasi Tuntutan Jaksa
-
Hukuman Ferdy Sambo Dipangkas Jadi Seumur Hidup, Apakah Dipenjara Sampai Meninggal Atau Sesuai Jumlah Usia?
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang