Mengingat terbatasnya basis suara tersebut, mau tidak mau Partai Ummat harus menggarap kelompok pemilih lain agar bisa mewujudkan impiannya bisa lolos parliamentary threshold. Ambang batas perolehan suara minimal 4 persen ini bakal menjadi pertarungan hidup-mati, terutama bagi partai-partai yang selama ini selalu berada di luar tiga besar.
Dari berbagai survei mutakhir menyebutkan perolehan suara PAN sebenarnya tidak aman karena tidak pernah meraih lebih dari 4 persen. Hasil sigi tersebut tidak terlalu mengejutkan karena setiap menjelang pemilu, sejumlah lembaga survei juga melaporkan perolehan suara PAN di bawah 4 persen.
Namun, kenyataannya pada Pemilu 2014 dan 2019, partai yang dinakhodai Zulkifli Hasan ini selalu mampu membalikkan hasil survei, sehingga selalu sukses melompati pagar ambang batas perolehan suara minimal parlemen.
Bagi PAN, ancaman penggerogotan suara bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun 2006, sejumlah kader muda Muhammadiyah mendirikan Partai Matahari Bangsa untuk berlaga pada Pemilu 2009, dengan Ketua Umum Imam Addaruqutni, yang sebelumnya anggota DPR RI dari PAN.
Namun, partai tersebut gagal mendulang suara meyakinkan, hanya meraih 414.750 suara atau 0,4 persen pada Pemilu 2009, sedangkan PAN meraup 6.254.580 suara atau 6,01 persen. Dibandingkan dengan perolehan suara PAN pada Pemilu 2004 memang ada penurunan, namun tidak signifikan. Pada Pemilu 2004, PAN menghimpun 7.303.324 suara atau 6,44 persen suara dengan menempatkan 53 wakilnya di parlemen.
Keretakan partai yang diikuti dengan pendirian partai baru sesungguhnya jamak terjadi di negeri ini. PDIP, PKB, Golkar, hingga PKS, pernah mengalami. Namun, sejarah membuktikan bahwa partai-partai lama itu selalu mampu eksis.
Dengan mengandalkan basis dukungan kantong suara yang relatif sama dengan PAN, apakah Partai Ummat bisa menorehkan sejarah baru, seperti dijanjikan Ketua Umum Ridho Rahmadi? Hasil Pemilu 2024 yang membuktikannya.
ANTARA
Baca Juga: Adu Kuat PAN Vs Partai Ummat Berebut Suara Di Pemilu 2024, Siapa Unggul?
Tag
Berita Terkait
-
Adu Kuat PAN Vs Partai Ummat Berebut Suara Di Pemilu 2024, Siapa Unggul?
-
Ketimbang Buru-buru Sebut Nama, Partai Ummat Pilih Diskusi Dulu Kriteria Capres yang Dibutuhkan
-
Partai Ummat Enggan Buru-buru Menyatakan Dukungan Capres: Terlalu Pagi, Terlalu Dini
-
Siap Bertarung di Pemilu 2024, Partai Ummat NTB Berencana Jagokan Buni Yani di DPR RI
-
Tancap Gas Dukung Anies Usai Lolos Peserta Pemilu 2024? Partai Ummat Bilang Begini
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Dedikasi Mantri BRI Dewi Natalia, 15 Tahun Gerakkan Ekonomi Pedagang Lampung
-
Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif