SuaraMalang.id - Beberapa waktu lalu Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andy Rian berkunjung ke Malang dan mengatakan dalam waktu dekat Mabes Polri akan melakukan autopsi jasad korban Tragedi Kanjuruhan.
Ia mengatakan kemungkinan besar pekan ini autopsi akan dilakukan untuk mengusut tuntas kasus Tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan 132 orang dan melukan ratusan orang lainnya tersebut, usai laga Arema FC vs Persebaya.
Lalu bagaimana dengan keluarga korban? Salah satu pihak keluarga menyambut baik dan bersedia melakukan proses autopsi korban. Devi Athok Yulfitri (48), ayah dari Nayla dan Natasya, dua remaja putri yang menjadi korban meninggal dunia bersedia ajukan autopsi.
"Saya sebagai ayah dari kedua anak saya yang menjadi korban, ya bersedia untuk dilakukan otopsi," ungkap Devi Athok, Jumat (14/10/2022) malam ditemui di rumahnya Jalan Raya Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.
Dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Devi Athok pun mengajak para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, agar berani menempuh langkah-langkah yang bisa menciptakan keadilan. Sehingga, tragedi Kanjuruhan bisa diusut secara tuntas.
"Saya juga mengajak keluarga korban lainnya agar mau juga dilakukan otopsi. Saya mohon untuk keluarga-keluarga korban, ahli waris korban, untuk marilah kita mengusut tuntas tragedi ini agar bisa terang, demi keadilan. Jalan satu-satunya agar bisa terungkap dengan tuntas ya itu (otopsi, red)," tegasnya.
Lebih jauh, Devi Athok sangat menyayangkan pernyataan Polri yang menyebutkan bahwa gas air mata tidak mematikan. Hal itu, sangat melukai hati para keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
"Ini kan pernyataan Kadiv Humas kan katanya gas air mata ini kan tidak berbahaya dan tidak membunuh. Tapi kenyataannya, meninggalnya korban ini kan semua, gosong, lebam-lebam menghitam itu, mengeluarkan darah dari hidung, saya itu tergugah karena pernyataan dari Kadiv Humas seperti itu," tegasnya.
Ia menambahkan, sebagai ayah kandung dari korban, Devi Athok juga menagih janji Presiden Joko Widodo untuk mengusut tuntas Tragedi Kanjuruhan.
Baca Juga: Buntut Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah Audit Seluruh Stadion dan Renovasi Sesuai Standar FIFA
Devi Athok mendapatkan kesempatan bertemu Presiden saat berada di RSSA Kota Malang. Disitu, ia sempat mengutarakan perasaannya kepada orang nomor satu di Indonesia.
"Alhamdulillah bisa ketemu Bapak Jokowi, kepala negara, waktu itu saya ketemu Pak Jokowi di RSSA, Pak Jokowi tanya ‘apa harapan keluarga korban?’ kepada saya, saya cuma titip ke Pak Jokowi, Pak Jokowi saya mohon samean usut tuntas dan samean penjarakan oknum kepolisian ataupun oknum keamanan, samean hukum seberat-beratnya. Pak Jokowi meng-iyakan," kata Devi Athok.
Tag
Berita Terkait
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah Audit Seluruh Stadion dan Renovasi Sesuai Standar FIFA
-
Kasus Tragedi Kanjuruhan Masih Ramai Kemarin hingga Penangkapan Kapolda Jatim Teddy Minahasa
-
Penyidik Jangan Tebang Pilih, Enam Tersangka Kasus Tragedi Kanjuruhan Harus Ditahan
-
David Da Silva Manfaatkan Masa Jeda Kompetisi Liga 1 Bersama Keluarga
-
Enggan Bahas Wacana Lanjutan Liga 1, Persis Solo: Selesaikan Dulu Tragedi Kanjuruhan!
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan
-
Sukhoi Asal Malang Guncang Langit Perancis: Rahasia Layangan Rp7 Ribu Tembus Kejuaraan Dunia
-
Wajah Baru Pasar Induk Gadang Ditarget Rampung Lebih Cepat
-
Datang Sendiri ke Kantor Polisi, Pengasuh Ponpes di Malang Resmi Tersangka Pelecehan
-
Gus Thuba Pimpin Penyegelan 3 Ponpes di Malang Usai Skandal 20 Tahun Terkuak