SuaraMalang.id - Seluruh manajemen dan pemain Arema FC melakukan tabur bunga di manumen Singa Tegar. Sembari membacakan doa kepada para supporter Arema yang meninggal dunia malam kemarin (1/10/2022). Tangis pun pecah ketika alunan doa dibacakan.
Manager Arema Ali Rifki memimpin pembacaan doa itu. Sekitar 5 menit doa itu dikumandangkan. Setelah itu, mereka pun menabur bunga sambil berlutut. Beberapa atribut supporter berada di monumen itu. Termasuk, sepatu salah satu Aremania yang telah wafat.
Pelatih Arema FC Javier Roca tak bisa berkata apapun. Diriya hanya bisa mengungkapkan jika, kejadian itu adalah titik nol dari era baru sepak bola di Indonesia. Pun, ia meminta agar kejadian itu tidak lagi terulang. Sehingga, tidak ada lagi nyawa yang melayang.
“Hasil pertandingan itu, tidak seharga dengan nyawa. Apalagi, yang meninggal lebih dari 100 orang. Ini sudah tidak masuk akal. Sudah gak pantas. Kita ini, terasa dalam hukuman. Kasarnya: menang hidup, kalah mati,” kata Javier, Senin 3 Oktober 2022.
Ia pun meminta maaf kepada seluruh keluarga korban dalam tragedi yang menarik perhatian dunia itu. dari yang luka-luka ataupun yang telah wafat. Karena itu, ia dan para pemain Arema, mendatangi rumah sakit tempat para korban dirawat. Serta, rumah korban yang meninggal dunia.
“Memang tidak akan selesai hari ini. Tapi, kami akan terus mendatangi mereka,” ucapnya. Ia pun akan melakukan infropeksi diri, dengan kejadian yang baru saja terjadi. Tidak perlu ambisi memenangi satu laga. “Semoga hari ini, adalah titik kedamaian dimulai dari Malang,” tambahnya.
Monumen yang baru diresmikan 11 Agustus 2022 itu pun terus didatangi warga. Satu per satu karangan bunga berisi ucapan belasungkawa berdatangan. Didirikan megelilingi monumen yang tingginya sekitar tujuh meter itu.
Salah satunya di sana adalah Sri Sujiati. Dirinya berdiri sambil menundukkan kepalanya di tempat itu. Air matanya terus menetes mengenang kejadian naas tersebut. Dia sangat terpukul dengan kejadian itu. Apalagi, kemarin (2/10/2022), mobil jenazah sering melintas di depan kediamannya.
Hatinya semakin kacau balau. Kecintaannya terhadap klub tersebut memang sudah mendarah daging. Walau, dia tidak pernah mau untuk nonton di stadion. “Saya sih biasanya hanya nonton di televisi saja,” ungkapnya.
Baca Juga: Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Malang, Polri Periksa Sejumlah Pihak, Ini Daftarnya
Namun, jika anak bungsunya berada di Malang, bisa dipastikan kedua anaknya akan ke stadion untuk nonton pertandingan itu. Bersyukur, anaknya itu kini sedang bekerja di Kalimantan. Sehingga, hanya bisa melihat pertandingan itu di tayangan TV.
"Sedih saya mas. Mereka jauh-jauh datang ke sini (Stadion Kanjuruhan) hanya untuk nonton Arema main. Tau-taunya, jadi begini. Mereka meninggal. Ada yang luka-luka. Kasian bapak, ibu, adek, mas. Apalagi ada yang masih sekolah," kata Sri saat ditemui usai tabur bunga.
Kesedihannya bertambah ketika melihat monumen tersebut. Seharusnya, monumen itu adalah icon baru untuk Arema. Berdiri megah di depan stadion Kanjuruhan. Namun, kini monumen itu menjadi tempat tabur bunga.
“Kenapa ada monumen ini, malah membawa nyawa. Padahal, baru Agustus kemarin diresmikan. Seharusnya, ini menjadi kebanggaan masyarakat Malang. Sekarang, saya gak kuat melihat ini semua. Apalagi, saya harus masuk stadion. Sangat berat,” terangnya.
Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi
-
Lawan Cekikan Harga BBM, Pemkot Malang Siap Hijrah ke Kendaraan Listrik
-
Latja Akpol di Polres Malang Fokus Perkuat Pengalaman Lapangan Taruna
-
Kardus di Kebun Tebu: Bayi Berjaket Merah Ditemukan Tak Bernyawa di Malang
-
Tantangan Menembus Alam: Ikhtiar Kabupaten Malang Merdeka dari Zona Buta Sinyal