Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 09 September 2022 | 19:32 WIB
Kondisi jembatan gantung di Probolinggo. [Beritajatim.com]

SuaraMalang.id - Penyebab ambruknya jembatan gantung di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur terungkap. Insiden itu dipicu kelebihan muatan atau overload.

Diberitakan sebelumnya,  jembatan gantung penghubung Dusun Kapasan, Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan dengan Dusun Klompangan, Desa Kregenan, Kecamatan Kraksaan ambrol pada Jumat (9/9/2022). Akibatnya, puluhan siswa terluka akibat jatuh ke sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra menjelaskan, peristiwa bermula kegiatan jalan santai  SMPN 1 Pajarakan. Puluhan siswa dan guru melintas sekaligus di jembatan tersebut.

“Ketika berada di atas jembatan, siswa tersebut berkumpul serta menggoyang-goyangkan jembatan. Karena overload, akhirnya angker atau cantolan pemberat jembatan yang ada di ujung itu patah,” katanya mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com.

Ia menambahkan, banyaknya orang yang menyeberang disinyalir melebihi batasan beban yang mampu ditopang jembatan. Sekitar 36 siswa berada di atas jembatan pada waktu bersamaan.

Ia berasumsi jika satu anak beratnya 50 kilogram, ada sekitar 1,8 ton beban yang ditampung jembatan pada saat itu. Jika beban 1,8 ton di tengah-tengah jaraknya dengan bentang 20 meter, 10 meter dibagi kanan kiri, hampir kurang lebih 3,6 ton dalam waktu bersamaan.

“Kalau itu ditambah dengan goyangan bisa-bisa bebannya tujuh sampai 10 ton. Makanya jembatan tidak mampu dan ambrol karena overload. Memang kalau jembatan gantung biasanya yang lewat berjalan statis, kalau diam tentunya akan menambah beban pada jembatan,” jelasnya.

Hengki menerangkan akibat ambrolnya jembatan gantung tersebut, kondisi pondasi di sisi timur sungai serta balok poer dan pilon, jatuh ke sungai. Sementara di sisi barat sungai, besi angker putus.

Untuk penanganan sisi timur perlu dilakukan pembangunan kembali balok angker, pondasi dan pilon jembatan. Untuk sisi barat pembangunan kembali balok angker, kabel selling dan lantai jembatan juga perlu diperbarui.

Baca Juga: 36 Siswa dan Guru SMP Korban Jembatan Ambrol Probolinggo Dilarikan ke Puskesmas, 6 Rawat Inap di RS

“Untuk penanganan masih dilakukan asesmen di lapangan oleh Dinas PUPR. Untuk pembenahan nanti masih dirapatkan dengan BPBD. Sebab bencana leading sektornya BPBD. Harapannya dalam waktu dekat itu sudah bisa dilakukan pembenahan untuk penggantian. Harapannya secepatnya nanti dari hasil rakor itu bisa menggunakan dana BTT (Belanja Tidak Terduga) dalam waktu dekat untuk dilakukan perbaikan,” paparnya.

Load More