SuaraMalang.id - Nasib kurang beruntung menerpa siswa-siswi MTs dan MA Darul Huda Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ).
Sudah 4 hari terakhir mereka harus belajar di masala di luar gedung sekolah, imbas penyegelan liar yang dilakukan oknum orang berkepentingan. Mirisnya, sebagian dari mereka juga ada yang belajar di belakang pekarangan milik warga sekitar sekolah.
Senin (16/8/2022) kemarin sejumlah pejabat telah mendatangi lokasi MTs dan MA Darul Huda Desa Alasbuluh dan melangsungkan mediasi di Kantor Desa Alasbuluh. Hadir dalam agenda mediasi tersebut, Plt Kepala Bakesbangpol Banyuwangi.
Kemudian Moh Lutfi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, Kepala MA Darul Huda, Abdurrahman, perwakilan pihak penyegel yang dihadiri Kuasa Hukum, Ahmad Subhan, serta sejumlah wali murid.
Hasil pertemuan tersebut masih belum menemui titik terang dan kejelasan untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi. Sebab penampakan siswa belajar di musala dan pekarangan warga masih terlihat hingga hari keempat penyegelan gedung MTs dan MA Darul Huda.
Kepala MA Darul Huda, Abdurrahman mengatakan penutupan gedung sekolah tidak memiliki dasar yang kuat dan terkesan sepihak. Alasannya segala bentuk dokumen mulai sertipikat tanah yang dilimpahkan kepada pihak Yayasan Darul Huda juga masih bernama Yayasan Darul Huda.
Secara administratif, katanya, disimpulkan jika tanah dan gedung merupakan hak siswa-siswi yang menimba ilmu di sana. Namun kondisi itu terbalik saat ini, siswa-siswi terpaksa harus belajar di luar gedung sekolahnya.
"Tiba-tiba ada penyegelan, moro-moro anak-anak tidak boleh belajar di sana. Saya sudah berupaya bagaimana caranya untuk menempati di sana tetap tidak diperbolehkan. Dasarnya apa kok bisa tidak diperbolehkan?, harapan kami kepada para pemimpin, berilah putra putri bangsa ini menempati gedung agar sempurna melaksanakan KBM yang ada," Abdurrahman saat dikonfirmasi, Selasa (16/8/2022).
Disinggung terkait gugatan sengketa kepada pihak Pengadilan Agama, Abdurrahman tidak keberatan sama sekali, namun dia meminta selama belum ada putusan hakim, sebagai Kepala MA yang memiliki tanggung jawab kepada siswa-siswi dia meminta untuk tidak ada penyegelan dan mempersilahkan siswa-siswi belajar di gedung tersebut.
Baca Juga: Penyegelan Sekolah di Wongsorejo, Begini Sikap LP Ma'arif NU Banyuwangi
"Umpanya nanti sudah ada keputusan dari pengadilan monggo kami dari pihak MTs dan MA menerima atas keputusan pengadilan. Kalau semupama kami kalah, kami berusaha bertanggung jawab untuk memfasilitasi anak-anak ini, seumpama kami yang menang ya memang gedung ini haknya siswa-siswi yang ada di MTs dan MA Darul Huda," ujarnya.
Berita Terkait
-
Film Horor 'Pembantaian Dukun Santet' Diangkat dari Thread Viral, Ini Ceritanya!
-
Selain Ketupat, Ini 4 Tradisi Lebaran yang Masih Hidup di Banyuwangi
-
Dulu Calon Bintang Timnas Indonesia, Jagoan Indra Sjafri Malah Ditendang Klub Kasta Terbawah
-
Kronologi Penolakan Film Lemah Santet Banyuwangi, MD Pictures Tarik Materi Promosi
-
Film Lemah Santet Banyuwangi yang Mengangkat Kisah Nyata di Tahun 1998
Terpopuler
- 10 Transformasi Lisa Mariana, Kini Jadi Korban Body Shaming Usai Muncul ke Publik
- Daftar Pemain Timnas Belanda U-17 yang Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17, Ada Keturunan Indonesia?
- Titiek Puspa Meninggal Dunia
- Gacor di Liga Belanda, Sudah Saatnya PSSI Naturalisasi Pemain Keturunan Bandung Ini
- Eks Muncikari Robby Abbas Benarkan Hubungan Gelap Lisa Mariana dan Ridwan Kamil: Bukan Rekayasa
Pilihan
-
6 Rekomendasi HP Murah dengan Kamera Beresolusi Tinggi, Terbaik April 2025
-
Harga Emas Terbang Tinggi Hingga Pecah Rekor, Jadi Rp1.889.000
-
Dari Lapangan ke Dapur: Welber Jardim Jatuh Cinta pada Masakan Nusantara
-
Dari Sukoharjo ke Amerika: Harapan Ekspor Rotan Dihantui Kebijakan Kontroversial Donald Trump
-
Sekantong Uang dari Indonesia, Pemain Keturunan: Hati Saya Bilang Iya, tapi...
Terkini
-
Sosok Bule Jerman yang Selamatkan Santri Terseret Ombak Pantai Balekambang
-
Wali Kota Malang Ingin Pindahkan 4 Sekolahan Ini dari Jalan Bandung
-
Naik Kelas Berkat KUR BRI: Perjuangan Suryani Membangun Ekonomi Keluarga
-
Warga Senang, Desa Wunut Bagikan THR dan Hadirkan Program Perlindungan Sosial
-
Habbie, UMKM Telon Aromatik Terbaik Siap Ekspansi Pasar Global Bersama BRI