SuaraMalang.id - Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto mendesak aparat memberi hukuman maksimal kepada FZ, tersangka kasus pencabulan santri di pondok pesantren berinisial IU, Kecamatan Singojuruh.
Diketahui, FZ telah ditetapkan tersangka dan terjerat pasal berlapis, Pasal 81 atau 82 UU nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dari ketentuan itu, FZ terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Menurut Michael, apa yang dilakukan pelaku FZ telah mencoreng dunia pendidikan pesantren, selain itu perbuatan bejatnya juga berpotensi merusak masa depan para korban, untuk itu Michel menegaskan agar FZ benar-benar diberi hukuman yang setimpal atas perbuatan tersebut.
"Pelaku yang ditangkap untuk dihukum semaksimal mungkin karena sudah merusak masa depan anak didiknya yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan bimbingan," kata Michael, Sabtu (9/7/2022).
Baca Juga: Pemkab Banyuwangi Minta Ponpes IU Jamin Keamanan Santri Pasca Terbongkarnya Kasus Pencabulan
Diungkapkan Michael, ditangkapnya FZ merupakan jawaban dari kesegaran pihak kepolisian untuk memburu pelaku, sebab selama masa pencarian, kasus yang pencabulan santri telah menjadi buah bibir dan meresahkan masyarakat.
"Dengan tertangkapnya (FZ) sehingga keresahan di masyarakat cepat tertangani khususnya keluarga korban lega dan tidak kuatir lagi. Karena keluarga korban masih kurang percaya masalah ini cepat tertangani," jelas Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi tersebut.
Usai drama pencarian yang dilakukan polisi hingga membentuk sebuah Tim Khusus berjuluk Macan Blambangan untuk memburu pelaku, Michael berharap kasus ini terus dikawal secara serius oleh penegak hukum, terlebih bagi para korban dan kekuarga, bagaimanapun mereka harus terus diperhatikan.
"Kami berharap kasus ini ditangani secara serius, keluarga korban mendapatkan perlindungan dan korban agar tidak masa depan korban tidak terganggu dengan cerita masa lalunya," ujar Michael.
Selanjutnya Wakil Ketua DPRD Banyuwangi berharap agar pihak keluarga korban terus memperhatikan dan menyayangi korban, agar apapun yang telah terjadi tidak berpotensi merusak masa depan korban.
Baca Juga: Pengasuh Pondok Terduga Pelaku Pencabulan Santri Banyuwangi Dibekuk di Palembang Oleh Tim Macan
"Ini adalah awal untuk merubah diri kita. Para orang tua supaya tetap memperhatikan menyayangi dan melindungi korban supaya masa lalu tidak menjadi bagian dari masa yang akan datang," lanjut Michael.
Berita Terkait
-
Film Horor 'Pembantaian Dukun Santet' Diangkat dari Thread Viral, Ini Ceritanya!
-
Selain Ketupat, Ini 4 Tradisi Lebaran yang Masih Hidup di Banyuwangi
-
Dulu Calon Bintang Timnas Indonesia, Jagoan Indra Sjafri Malah Ditendang Klub Kasta Terbawah
-
Kronologi Penolakan Film Lemah Santet Banyuwangi, MD Pictures Tarik Materi Promosi
-
Film Lemah Santet Banyuwangi yang Mengangkat Kisah Nyata di Tahun 1998
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno