"Dari pihak travel ya gak ada yang turun tangan untuk menjelaskan ke jemaah. Sampai sekarang gak jelas, uang belum kembali, paspor di tahan, dokumen juga tidak dikembalikan," bebernya.
Selain itu, Y pun sempat mendapat informasi bahwa S ternyata pernah mengalami kasus serupa di tahun 2017-2018 silam.
Akan tetapi, nama yang digunakan dalam identitas adalah nama yang berbeda dengan nama yang dibuat saat ini.
"Namanya cuma berbeda belakangnya. Saya sempat komunikasi dengan dia dan tanya ada kasus seperti ini namanya ini, kata dia itu saudaranya. Tapi setahu saya dia ini memang ganti nama dengan modus yang sama sekarang," katanya.
Sementara itu, CJH lain berinisial IN asal Tangerang juga mengalami hal serupa. Diketahui, IN ini menggunakan agen yang berada di Malang dengan perusahaan yang sama yang dipimpin oleh S.
IN daftar bersama keluarganya dengan total 4 orang yang harusnya berangkat pada 2 Juli 2022 lalu. Namun, sama halnya dengan Y, hingga saat ini dia tak kunjung berangkat dan tidak ada kejelasan apapun.
"Saya 4 orang sama istri dan dua anak. Total Rp 340 jutaan sudah saya keluarkan dan belum kembali sampai saat ini termasuk dokumen dan paspor," tuturnya.
Apalagi, ia juga sempat tahu bahwa jemaah lain sempat ditagih uang penginapan oleh pihak pengelola penginapan. Padahal, ia pun juga belum berangkat hingga saat ini.
"Ketidakjelasan ini terus berkembang sampai sekarang. Saya sampai bikin video saya kirim ke grup WA (WhatsApp) kalau banyak jemaah yang terlantar di penginapan tanpa ada kejelasan," katanya.
Baca Juga: Jelang Wukuf, Pos Kesehatan Arafah Rawat 33 Jemaah Haji yang Alami Masalah Kesehatan
Atas dasar inilah, IN pun juga berencana bakal melaju ke jalur hukum untuk melaporkan S atas dugaan penipuan.
"Jadi langkah saya tentu ke jalur hukum. Saya juga segera melapor. Apalagi saya sempat ketemu sama orang yang buat paspor, ternyata paspor saya ada di dia, dia gak kerjakan karena katanya belum dibayar oleh S ini. Untuk paspor kedua anak saya tidak ada di dia, entah belum dikerjakan atau ada di tangannya," tegasnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan adanya laporan dugaan penipuan yang dilakukan S kepada Y beserta keluarganya.
Laporan tersebut merupakan dugaan penipuan pemberangkatan haji yang sampai saat ini tak ada kejelasan hingga membuat Y beserta keluarga rugi lebih dari Rp 690 juta.
"Benar ada laporan soal itu (dugaan penipuan jamaah haji). Tapi kami perlu perdalam lagi atas laporan yang dibuat," tandasnya.
Berita Terkait
-
Menag Yaqut: Alhamdulillah Jemaah Haji Indonesia Sehat dan Kuat
-
Sakit, 139 Jemaah Haji Jalani Safari Wukuf Pakai Bus
-
Ini Doa Menag Yaqut di Momen Haji Akbar: Semoga Bangsa Kita Makin Saling Menyayangi
-
Jelang Idul Adha, Sudah Lima Jamaah Haji asal Jawa Tengah yang Meninggal di Arab Saudi
-
Tiba di Tanah Suci, Jemaah Haji Luar Negeri Terharu dan Menangis
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?
-
Bantai Landak Jawa Pakai Senapan Modifikasi, Dua Pemburu Liar Diciduk di Hutan Malang