SuaraMalang.id - Kepolisian Jember Jawa Timur ( Jatim ) mengamankan seorang pria asal Madura bernama Muklis (42) gara-gara mengirim daging yang kondisinya sudah tidak layak.
Daging tersebut sudah tidak nampak segar. Warnanya sudah agak kehitaman dan sudah menimbulkan bau agak busuk. Daging tersebut dikhawatirkan membawa virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Oleh sebab itu kepolisian mengamankan Muklis, Jumat (01/07/2022) dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB. Daging sapi tersebut dibawa Muklis dari Madura.
Daging diangkut menggunakan mobil pikap dengan nomor polisi M 8068 WD dari rumahnya di Desa Payugan, Karangsoken, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.
"Adanya penangkapan ini berdasarkan informasi, adanya pengiriman daging sapi dari luar daerah. Daging sapi ini dikirim ke salah satu kios di wilayah kami," kata Kapolsek Sumbersari Kompol Sugeng Piyanto, dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.
"Hal itu berdasarkan koordinasi kita dengan Dinas Peternakan setempat. Namun demikian kami masih melakukan penyelidikan terkait daging (sapi) ini. Selain itu, masih kami selidiki apakah pengiriman daging sapi ini dilengkapi surat-surat dari daerah asal, atau juga apakah daging ini ilegal,".
Daging sapi yang dikirim ke Jember itu, dari pantauan wartawan di Mapolsek Sumbersari lebih dari sekilo.
"Tapi masih kami selidiki lebih lanjut, termasuk berapa nominal uang untuk pembelian daging ini dari luar daerah. Juga dijual berapa rupiah daging ini di Jember. Apakah daging ini dari satu ekor (sapi) atau berapa kilo pastinya," ujar Sugeng.
Terkait ancaman hukuman bagi terduga pelaku dari pengiriman daging sapi diduga tidak layak ini.
Baca Juga: 18.737 Sapi di Madura Terpapar PMK, Satgas Kebut Vaksinasi
"Masih kami dalami lagi untuk ancaman hukumannya. Masih kami lidik lebih lanjut," tandasnya.
Terpisah, saat dilakukan proses penyelidikan. Terduga pelaku Muklis mengaku pengiriman daging sapi yang dilakukannya berdasarkan pesanan dari seseorang di Jember.
"Dikirim ke Jember karena ada yang pesan. Karena saya pedagang daging sapi dan juga pedagang sapi. Per kilo daging sapi ini saya jual sekitar Rp 60 - 65 ribu," ucap Muklis saat diperiksa polisi.
"Sapi ini dijual dalam bentuk daging, karena sesuai permintaan pembeli. Karena pembeli mengaku tempatnya jauh dari rumah pemotongan hewan," ujarnya.
Berita Terkait
-
18.737 Sapi di Madura Terpapar PMK, Satgas Kebut Vaksinasi
-
Pegawai Kantor Imigrasi Jember Terlibat Kasus Narkotika, Kanwilkumham Jatim Beri Sanksi Tegas
-
Polisi Periksa Saksi-saksi Kasus Penganiayaan Anak yang Viral di Jember
-
Kronologi Kericuhan Pertandingan Pencak Silat Jember Vs Surabaya di Porpov Jatim
-
Gagal Lolos Delapan Besar Piala Presiden 2022, Madura United Harus Berbenah
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba
-
Kakek Pembuang Puntung Rokok Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang
-
Emil Dardak Turun Tangan! Akankah Bus Transjatim Akhirnya Tembus Terminal Arjosari?