SuaraMalang.id - Sebuah video aksi perundungan menghebohkan warga Jember Jawa Timur ( Jatim ). Vide berduras 0,54 detik itu viral di grup-grup WhatsApp.
Dalam video tersebut, seorang remaja tanggung tengah memakai kaos warna hitam sedang di tendang dan dipukuli oleh 2 pemuda di sebuah rumah kosong berdinding bambu.
Vidio yang mempertontonkan perundingan dan membuat korban meminta ampun namun tidak digubris tersebut sangat miris ketika dilihat.
Dari data yang terhimpun, korban adalah H-K warga Desa Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Jember, sedangkan pemuda yang melakukan penganiayaan dengan memakai kaos hitam dan kaos merah, juga diketahui warga Kecamatan Tanggul.
Menurut keterangan sumber, peristiwa pemukulan ini dilakukan di baratnya SMP Negeri 2 Tanggul sekitar akhir Mei atau awal Juni lalu, kejadian ini sendiri dilatar belakangi oleh pelaku yang tidak terima kelompoknya di ejek oleh korban.
"Kejadiannya sudah lama, kalau gak salah dua minggu yang lalu, korban sendiri saat ini merasa ketakutan karena diancam oleh kelompok pelaku perundungan,” katanya dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.
Sementara atas viral nya Vidio ini, Kapolsek Tanggul AKP. Miftahul Huda S.Sos, saat dikonfirmasi kejadian ini membenarkan jika kejadian tersebut terjadi di wilayah hukumnya, dan pihak keluarga korban juga baru saja melaporkan kasus ini ke Polsek Tanggul.
“Iya ini korban didampingi keluarganya sedang melapor, cuma kejadiannya sudah lama, sehingga kami harus berhati-hati dalam melakukan penyelidikan, yang jelas laporan sudah kami terima dan akan kami lakukan sesuai SOP kami dalam menerima laporan,” kata Kapolsek Tanggul AKP. Huda Senin (27/6/2022).
Kapolsek menyatakan, untuk aksi perundungan, pihaknya mengalami kendala untuk memintakan bukti visum terhadap korban, namun dengan beredarnya vidio, pihaknya akan menerapkan UU ITE nya dalam kasus perundungan ini.
Baca Juga: Slamet Kabur saat Mau Diinterogasi Polisi Jember, Ternyata Bawa Ratusan Pucuk Mercon
“Karena kejadian sudah lama, dan untuk dilakukan visum juga ada kemungkinan sulit, kami akan menangani kasus UU ITE nya," kata Kapolsek.
"Nmun kami akan memanggil sejumlah saksi dulu, saat ini dari pihak pelapor, dan kami akan memanggil saksi dari pihak terlapor, dimana para terlapor juga sudah kami identifikasi, tentu kami juga akan memanggil kedua belah pihak,” ujarnya menambahkan.
Apakah akan dilakukan retorasi justice,(RJ) antara pelapor dan terlapor? Kapolsek mengatakan, bahwa itu nanti akan kembalikan kepada kedua pihak, yang jelas pihaknya saat ini baru sebatas menerima laporan dan memintai keterangan saksi dari satu pihak, dan akan segera memanggil saksi dari pihak terlapor.
“Soal damai itu akan kami serahkan kepada kedua pihak, yang jelas, kami hanya berharap Tanggul tetap kondusif, dan posisi kami tidak memihak siapapun," ujarnya.
"Kami hanya akan memberikan layanan terbaik kami kepada masyarakat, jika kedua pihak menghendaki damai, ya kita akan fasilitasi,” pungkas Kapolsek.
Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat tidak ikut menyebarkan video perundungan tersebut dengan menambahi caption atau keterangan yang justru akan merugikan diri sendiri.
Berita Terkait
-
Slamet Kabur saat Mau Diinterogasi Polisi Jember, Ternyata Bawa Ratusan Pucuk Mercon
-
Warga Jalan Hayam Wuruk Jember Bentangkan Spanduk Tolak Balap Liar
-
Bank Jatim Merespons Kasus Korupsi Kredit Macet Rp4,7 Miliar yang Menjerat Mantan Pimpinan Cabang Jember
-
Bocah SD Dipukul Anak SMP, Orangtua Menegur Malah Dihina Keluarga Pelaku
-
Diterpa Isu Tak Sedap, Nam Joo Hyuk Dituduh Pernah Lakukan Perundungan di Sekolah
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Angkut 2.800 Penumpang Tiap Hari, TransJatim Malang Raya Butuh Tambahan Koridor Segera
-
Solusi Payroll Terintegrasi Dari QLola by BRI Untuk Bisnis Modern
-
Sinergi Tanpa APBD: Babak Baru Transformasi Pasar Induk Gadang Malang
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Pemkot Malang Siapkan Skenario Gabungkan 23 Kampung Tematik Jadi Surga Wisata