SuaraMalang.id - Beberapa waktu lalu ramai kasus pembunuhan yang dilakukan anak kepada ayah kandung di Sampang Madura Jawa Timur (Jatim).
Pelaku berinisial R (31), yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri berinisial M (64) warga Desa Pesarenan, Kedungdung, Sampang.
Pelaku saat ini telah diamankan dan dibaww ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, Surabaya. Demikian disampaikan Kasatreskrim Polres Sampang AK Irwam.
“Inisial R ini mengalami gangguan jiwa sekitar 10 tahun silam dan sering dipasung karena kerap melontarkan kalimat ancaman. Tapi, jika normal, pasungnya dibuka,” ujarnya, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com Minggu (29/05/2022).
Irwan menambahkan, kondisi R diperparah lagi karena berpisah atau bercerai dengan suaminya. “Keluarga korban ini menyadari jika R memang terganggu kejiwaanya, bahkan sempat melukai ayahnya dengan gunting sebelum meninggal,” ujarnya.
Terpisah, Zaenal Mustaqin Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial PPPA Sampang, juga membenarkan jika inisial R telah dirawat di RSJ Menur Surabaya.
“Berkat koordinasi kami yang intens dengan pihak RSJ Menur, pelaku dugaan pembunuhan bisa mendapat pengobatan di sana,” tegasnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin agar inisial R mendapatkan pengobatan.
“Selama menjalani pengobatan di RSJ Menur, semua biaya pengobatan dibantu Pemkab Sampang melalui Jamkesda,” tandasnya.
Baca Juga: Warga Sampang Tewas Tersengat Listrik Saat Hujan-hujan Tebang Ranting Pohon Mangga
Sebelumnya, Rabu (18/5/2022) lalu, sekira pukul 03:00 WIB warga Sampang digegerkan dengan meninggalnya seorang pria di musala tak jauh dari rumahnya.
Kondisi korban mengalami luka cukup parah di bagian kepala. Tak jauh dari lokasi ditemukan batu besar yang diduga menjadi alat pembunuhan oleh R terhadap ayah kandungnya sendiri.
Berita Terkait
-
Warga Sampang Tewas Tersengat Listrik Saat Hujan-hujan Tebang Ranting Pohon Mangga
-
Keji! Seorang Cucu Di Dairi Rampok Nenek Sendiri Lalu Dibunuh
-
Dua Minggu Lagi, Kolonel Priyanto akan Divonis Dalam Kasus Pembunuhan Dua Remaja di Nagreg
-
Kasus Buang Korban Tabrak Lari, Kubu Kolonel Priyanto Ragukan Hasil Visum Penyebab Tewasnya Handi Saputra
-
Deretan Fakta Pembunuhan Anak di Karawang yang Direkayasa Jadi Bunuh Diri, Ternyata Ini Motif Pelaku
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
Gus Thuba Kawal Santriwati Polisikan Oknum Pengasuh Yayasan Cabul
-
Cuci 500 Kg Singkong Cuma Sejam! Mahasiswa UMM Ciptakan Mesin Ajaib Penolong UMKM
-
Sekolah Rakyat di Malang Belum Punya Gedung Permanen, Ini Respons Dudung Abdurachman
-
Cahaya di Ruang Periksa: Polres Malang Kini Punya Fasilitas Canggih Anti-Manipulasi