SuaraMalang.id - Serangan rudal membombardir wilayah Quneitra di Suriah selatan, Rabu (11/5/2022). Rudal tersebut diduga berasal dari militer Israel.
SANA, kantor berita negara Suriah melaporkan pada Rabu pagi telah terjadi serangan rudal di sekitar pedesaan pemerintahan Quneitra di Suriah selatan.
"Serangan rudal itu hanya mengakibatkan kerusakan fisik," tambah SANA mengutip dari Antara, Rabu.
Kendati demikian, militer Israel menolak berkomentar terkait dugaan serangan rudal tersebut.
Perlu diketahui, selama beberapa tahun, Israel telah meningkatkan serangan terhadap target-target di Suriah yang menurut mereka terkait dengan Iran.
Pasukan yang didukung Teheran, termasuk Hizbullah Lebanon, telah berada di Suriah sejak dikerahkan untuk membantu Presiden Bashar al-Assad dalam perang saudara Suriah yang pecah pada 2011.
Sumber: Reuters
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Perut Buncit Hilang Saat Terlelap? Lakukan 5 Gerakan Simpel Ini Sebelum Tidur
-
Bukan Sekadar Melangkah! Ini 5 Trik Jalan Kaki yang Ampuh Pangkas Berat Badan
-
Singo Edan Terluka! Manajemen Arema FC Janji Evaluasi Usai Digebuk Persebaya dan Persik
-
KAI Daop 8 Gandeng Jaksa Amankan Aset Negara di Malang
-
Kampus Bukan Pabrik Pekerja: Rektor UMM dan Unisma Tolak Penutupan Prodi Tak Sesuai Pasar