SuaraMalang.id - Libur hari Lebaran tahun 2022 ini menjadi berkah bagi pelaku wisata di pinggiran Kabupaten Malang Jawa Timur.
Setelah dua tahun aturan pembatasan pergerakan masyarakat karena pandemi Covid-19, tahun ini tempat wisata sudah mulai bangkit, banyak wisatawan berdatangan.
Salah satunya terjadi di tempat wisata D'Embung Park di Desa Pandanmulyo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang.
Dampaknya pun cukup membuat tersenyum salah satu penyedia jasa peminjaman ban renang, Munif (25).
Munif mengaku dalam waktu buka tiga jam hari ini Kamis (5/4/2022), penyewaan ban sudah ludes dua kali dipinjam pengunjung. Munif memiliki 40 ban renang yang disewakan.
Sejak pukul 09.00 hingga pukul 12.00, 40 ban tersebut sudah dipinjam dua kali anak-anak untuk berenang di dua kolam D'Embung Park.
"Iya ini sudah 80 mas dipinjam. Ramai hari ini wisatawan yang datang," katanya sambil tersenyum, Kamis (5/5/2022).
Dia menjelaskan, satu kali peminjaman ban seharga Rp 5 ribu. Tidak ada batasan waktu untuk meminjam ban berwarna hitam itu.
"Ya akhirnya sampai ada orang tua wisatawan yang datang itu mau pinjam gak ada, karena dipakai semua. Ya kalau ramai gini harusnya nambah," kata dia.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Kota Batu Libur Lebaran Ini
Penghasilan dari penyewaan ban sendiri dari tiga jam itu jika dikalkulasi Rp 160 ribu. Namun uang tersebut dia setor ke pengelola D'Embung Park.
"Ya ini mungkin akan bertambah di sisa hari ini. Tapi itu semua saya setorkan ke pengelola gak saya simpan sendiri," ujarnya.
Meskipun begitu, dia dalam sehari ini jika ramai seperti hari ini mampu dibayar Rp 75 ribu hingga Rp 100 ribu.
Dia pun bersyukur dengan dibukanya D'Embung Park kembali. Sebab penghasilan sebanyak itu lebih dari dia dapat dari hasil sebagai buruh tani dalam sehari. Munif pun lebih memilih bekerja sebagai penyedia jasa penyewaan ban jika D'Embung Park buka.
"Ya kalau gak ada ini kan saya buruh tani. Tapi kalau D'Embung Park buka saya kerja di sini. Bayarannya hampir sama. Tapi kerjanya lebih enak di sini (D'Embung Park)," tutupny.
D'Embung Park Wisata Edukasi Murah Meriah
D'Embung Park yang dikelola Bumdes Pandanmulyo itu baru buka hari ini Kamis (5/5/2022). Sebelumnya wisata yang terletak di pedesaan ini tutup sejak akhir Januari 2022.
Kepala Desa Pandanmulyo Sutikno menjelaskan, pada pembukaan hari ini sudah ada lebih dari 400 wisatawan yang berkunjung ke D'Embung Park.
"Kalau dari parkir sepeda motor dan mobil tadi ada 200-an kendaraan. Ambil saja satu kendaraan bawa dua orang jadi ya hampir 400," ujarnya.
Dia pun tidak menyangka wisatawan cukup antusias dan berbondong-bondong datang ke tempat wisata yang terletak di tengah sawah atau perkebunan itu.
"Ya gak nyangka soalnya gak ada pengumuman. Medsos saja gak ada atau belum aktif. Ya kemarin itu karangtaruna anak muda-muda itu saya bilang 'mau kerja gak?' akhirnya mereka mau. Ya buka langsung hari ini," kata dia.
Wisatawan yang datangpun kebanyakan dari Kota Malang, hingga warga kecamatan sebelah, yakni Kecamatan Pakis, Tumpang, hingga Jabung Kabupaten Malang.
"Banyaknya masih dari sana. Dan pelanggan yang sudah pernah ke sini sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, untuk harga tiket sendiri di wisata yang hadir pada pertengahan 2020 lalu itu Rp 5 ribu dan juga membayar retribusi parkir Rp 3 ribu.
Dengan harga tiket tersebut, wisatawan mendapat fasilitas kolam renang untuk anak-anak, melihat budidaya ikan koi dan nila serta perkebunan kubis, jeruk, hingga jambu yang terletak di dalam tempat wisata itu.
"Kami konsepnya memang wisata edukasi. Dan di embung itu ada nila dan koi. Ada 200 lebih dan dikelola langsung oleh pemuda kami. Jadi anak-anak bisa melihat langsung budidaya ikan ataupun kubis dan jeruk di sini," tuturnya.
Pembangunan D'Embung Park sendiri diinisiasi oleh Sutikno. Dia ingin ada pendapatan asli desa yang sebagian lahannya adalah pertanian dan perkebunan
Waktu tahun 2018, dibangunlah embung itu bernama embung stunting. Embung itu tujuannya untuk membantu gizi anak-anak stunting di Pandanmulyo dan juga irigasi pertanian petani sekitar.
"Tapi saya pikir jika hanya embung tidak ada pendapatan ya sama saja. Bagaimana caranya bisa ada pendapatan biar berputar begitu uangnya untuk pendapatan," kata dia.
Akhirnya di tahun 2019 dia berpikir untuk menjadikan tempat wisata edukasi. Di lahan 1,2 hektar itu, pikir Sutikno, memiliki potensi untuk menjadi tempat wisata yang memberi nuansa berbeda bagi wisatawan.
"Ya saya manfaatkan apa yang ada. Pertanian di sekitar ada. Peternakan ikan juga ada. Saya buat saja kolam renang dan akhirnya saya gabung antara pertanian dan budidaya ikan itu menjadi tempat wisata hasilnya D'Embung Park," ujarnya.
Pada pembukaannya pada pertengahan 2020 tahun lalu konsep Sutikno ini mendapat kunjungan dan apresiasi dari Bupati Malang, HM Sanusi.
"Ya karena awalnya gratiskan tiketnya. Tapi karena kami rugi karena pengetatan akhirnya per hari ini bangkit dengan tiket Rp 5 ribu dan ternyata masih ramai," tuturnya.
Kekinian D'Embung Park sudah bisa menjadi tempat mencari rejeki bagi 15 pemuda-pemudi warga Pandanmulyo.
"Dan ibu-ibu sekitar desa sini yang mau jual makanan bisa dititipkan di kantin dan dijual ke wisatawan. Jadi bermanfaat juga untuk tambahan pendapatan warga sekitar," tutupnya.
Terpisah, salah satu wisatawan asal Kota Malang Puji (50) mengaku, datang ke sini karena akses menuju ke wisata tersebut tidak macet.
"Kalau ke Pantai atau ke wisata yang di tengah kota pasti macet dan jauh. Selain itu murah kan cuma Rp 5 ribu. Seneng aja ngajak anak-anak dan cucu," tutup Puji yang datang bersama rombongan keluarganya.
Berita Terkait
-
Antisipasi Lonjakan Wisatawan di Kota Batu Libur Lebaran Ini
-
Sorotan Peristiwa: Aksi Heroik Polisi di Malang Bantu Pemudik Ibu-ibu Hamil
-
Rekomendasi 3 Wisata Embung di Kabupaten Malang
-
Hari Ketiga Lebaran, Jalanan Kota Wisata Batu Macet Parah
-
Ibu Hamil Kelelahan saat Mudik ke Malang, Polisi Ini Sigap Menolong
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jangan Asal Usap! Ini 6 Micellar Water Penyelamat Kulit Berjerawat agar Pori-Pori Tak Tersumbat
-
Anti Bau Matahari! Ini 5 Parfum Wanita 2026 yang Makin Wangi Saat Berkeringat
-
Hanya 180 Unit yang Lolos? Rencana Angkot Malang Jadi Feeder TransJatim
-
Alami Pengeroyokan di Pantai Wedi Awu, 31 Wisatawan Surabaya Malah Positif Narkoba
-
Tetap Segar Saat Olahraga: Ini 5 Rekomendasi Parfum Ringan yang Tak Bikin Pusing di Gym