SuaraMalang.id - Beberapa hari terakhir jagat medsos dihebohkan dengan viral foto selebaran seorang perempuan bernama Arofa Wati yang dikabarkan dicarikan jodoh ayahnya gegara hamil di luar nikah.
Sejak kemarin, Rabu (27/04/2022), foto-foto ini beredar luas di media sosia warga. Dalam selebaran itu ditulis kalau Arofa dicarikan jodoh oleh ayahnya dengan imbalan melimpah gegara hamil di luar nikah itu.
Gegara fotonya viral dan dijadikan bahan informasi tidak benar, Arofa pun angkat bicara melalui akun Facebook miliknya Rofa Mamanya Vero (rofa bawel).
Dalam klarifikasinya itu Ia mengatakan kalau postingan yang berisi foto dirinya adalah kabar tidak benar. Dengan demikian Ia tegas menyebut kalau informasi tersebut hoaks atau bohong.
"Mana ada orang tua buat pengumuman kayak gitu kan gak masuk akal. Minta tolong bagi temen-temen yang punya foto saya atau melihat postingan foto saya tolong bilangin kalau itu hoax," tulisnya dalam sebuah postingan di akun Facebooknya.
Dikutip dari suaraindonesia.co.id, jejaring media suara.com, dalam postingan lain ia juga menyindir hadiah yang ada dalam selebaran tersebut.
"Yang mau THR 1 unit mobil Avanza, uang sebesar 25 juta, 1 unit Rumah dan 2 hektar tanah ada yang mau. Pasti banyaklah yang mau," tulis wanita asal Desa Betek Kecamatan Krucil itu.
Sekertaris Desa Betek Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo, Samsul Arifin, mengatakan hadiah yang ada pada selebaran itu berita bohong. Namun membenarkan jika keluarga wanita tersebut memang tercukupi secara ekonomi.
"Itu hoaks, keluarganya memang keluarga berada. Tapi perihal hadiah itu tidak ada," katanya menambahkan.
Perihal kehamilan Arofa, dibenarkan juga oleh Samsul, ia menyebut usia kehamilan Arofa sudah enam bulan.
"Isunya sudah lama. Kehamilannya sudah berjalan enam bulan, informasinya. Memang kemarin info sempat menyebut nama beberapa orang. (Suaminya-red) sudah lama cerai, cuma sudah nikahi anak usia 19 tahun," ujarnya.
Pihak Polres Probolinggo juga menyatakan kalau postingan itu hoax dan meminta agar masyarakat lebih pintar dalam memilah informasi dari media sosial.
"Kami sudah mengutus Babinkamtibmas desa setempat didampingi Polsek Krucil untuk konfirmasi berita tersebut dan ternyata berita itu bohong," sebut Kasi Humas Polres Probolinggo, Bripka Mukhtar.
Upaya mengkonfirmasi perihal kebenaran selebaran itu kepada Arofa Wati tidak membuahkan hasil. Pesan singkat melalui aplikasi messenger dan Facebook miliknya tidak mendapat tanggapan.
Berita Terkait
-
6 Fakta Gadis yang Disebut Bisa Jalan Lagi Usai Disuntik Vaksin Nusantara, Ucapkan Terima Kasih ke Terawan
-
Viral Pria Berpeci Serobot Antrean SPBU saat Naik Motor, Langsung Dapat Karma Instan Usai Isi Bensin
-
Viral, Sejumlah Warga Berbaris di Pinggir Jalan dengan Sapu di Tangan, Netizen: Kirain Tukang Sapu, kok Banyak Banget?
-
Joget TikTok Lagi, Netizen Kembali Bully Chandrika Chika Hingga Salah Fokus: Lah Tangannya...
-
Amankan Jambret HP, Polisi Malah Dianiaya Massa, Warga Terduga Provokator Ngaku Cucu Jenderal
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Gunung Semeru Erupsi 4 Kali, Status Siaga dan Ancaman Awan Panas Mengintai!
-
Arema FC vs Persik Kediri Jadi Laga Penentuan, Marcos Santos: Harus Menang!
-
Kasus Super Flu Kota Malang Diklaim Terkendali, Seluruh Pasien Sembuh!
-
Wakil Wali Kota Batu Bongkar Teknik Rahasia Komunikasi Politik Dasco
-
Malang Target 3,4 Juta Kunjungan Wisata Selama 2026, Ini Alasannya