SuaraMalang.id - Rusia akan gempur total wilayah Kiev, Ibu kota Ukraina. Ini merespons serangan Ukraina atas target-target Rusia.
Kemenhan Rusia pada Jumat (15/4/2022) menyatakan telah menyerang target militer di perbatasan Kota Kiev dengan rudal jelajah.
Pihaknya pun menjanjikan lebih banyak seranga terhadap Kiev.
“Jumlah dan skala serangan misil di target-target di Kiev akan meningkat sebagai respons terhadap serangan teroris atau aksi sabotase terhadap teritori Rusia yang dilakukan oleh rezim nasionalis Kiev,” kata kementerian tersebut dalam pernyataan seperti diberitakan Antara, Jumat.
Baca Juga: Amerika Beri Bantuan Militer Rp11,48 Triliun untuk Ukraina
Pernyataan itu menyebutkan bahwa pasukan Rusia telah menembak jatuh helikopter Mi-8 Ukraina yang disebut telah menyerang Desa Klimovo di kawasan Bryansk pada 14 April, dan telah menembak jatuh sebuah jet Sukhoi-27 milik Ukraina.
Sekelompok orang berisi 30 tentara bayaran Polandia juga telah dihancurkan, katanya.
Rusia melancarkan apa yang disebutnya sebagai ‘operasi militer khusus’ pada 24 Februari.
Militer Rusia juga mengklaim telah mengambil kendali penuh atas Pabrik Baja Ilyich di kota pelabuhan Mariupol.
Ledakan-ledakan besar terdengar di Kiev pada Jumat. Serangan itu diperkirakan merupakan yang terbesar sejak pasukan Rusia menarik diri mundur dari area tersebut pada awal bulan, dalam persiapan untuk pertempuran di selatan dan timur.
Baca Juga: Beri Peringatan, Rusia Ancam Kerahkan Nuklir jika NATO Terima Swedia dan Finlandia
Ledakan itu dilaporkan terdengar setelah kementerian pertahanan Rusia mengumumkan bahwa Moskva, kapal utama Armada Laut Hitam Rusia, tenggelam saat sedang ditarik setelah mengalami kerusakan parah.
Ukraina mengeklaim bahwa kerusakan Moskva merupakan akibat dari salah satu serangan misilnya. Kementerian Pertahanan Rusia hanya berbicara terkait kebakaran dan amunisi yang meledak.
Kemhan juga mengatakan dalam pernyataannya bahwa serangan misil semalaman terhadap Kiev juga mengenai pabrik ‘Vizar’ di pinggir ibu kota Ukraina, yang dikatakan menjadi tempat pembuatan dan perbaikan misil, termasuk misil antikapal.
Sumber: Reuters
Berita Terkait
-
Reporter TV Pro-Putin Tewas Diledakkan Ranjau di Perbatasan Rusia-Ukraina
-
Serangan Drone Rusia Hantam Kampung Halaman Zelenskiy Usai Negosiasi Damai
-
Gedung Putih Klaim Kesepakatan dengan Rusia dan Ukraina, Zelensky: Moskow Berbohong!
-
AS Tawarkan Perjanjian Mineral Baru ke Ukraina: Trump Ingin 'Lindungi' Pembangkit Nuklir?
-
Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Ukraina? Kemlu RI Buka Suara
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan