SuaraMalang.id - Demo mahasiswa tergabung dalam BEM Malang Raya di depan DPRD Kota Malang berakhir damai, Selasa (12/4/2022). Ribuan peserta aksi tolak tiga periode jabatan presiden dan penundaan pemilu itu membubarkan diri secara tertib.
Massa aksi pulang setelah Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menerima tuntutan.
Made menegaskan, dia sebagai Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Ketua DPC PDIP Kota Malang sepakat untuk menolak adanya penundaan Pemilu 2024.
"Saya yakin kalau mahasiswa sudah turun ada sesuatu yang tidak beres. Saya sudah jam 08.00 tadi stand by dan saya dengar tuntutan terpenting bahwa saya disamping Ketua DPRD Kora Malang saya juga ketua DPC PDIP Kota Malang sepakat untuk menolak penundan Pemilu 2024," ujarnya di hadapan massa aksi.
Baca Juga: Terungkap! Dalang Kerusuhan di Aksi Demo 11 April Dibocorkan BEM SI
Made menegaskan, penundaan jadwal Pemilu itu bisa dilakukan karena tiga hal dan itu semua mustahil untuk menunda jadwal lima tahunan itu.
"Satu karena amandemen UUD 45 itu tidak mungkin. Kedua karena dekrit presiden itu tidak mungkin. Ketiga karena kondisi luar biasa. Jadi kami akan mengawal semua dan sepakat dengan mahasiswa bahwa Pemilu haeus tetap dilaksanakan sebagai pesta demokrasi kita," tegasnya.
Selain itu, Made juga akan melanjutkan dan mengawal tuntutan mahasiswa lainnya seperti masalah mahalnya minyak goreng hingga penyetabilan harga BBM Pertamax ke pemerintah pusat.
Selain itu untuk permasalahan di Kota Batu seperti Ranperda RTRW, Made akan memfasilitasi para massa aksi untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Batu dan jajarannya.
Sementara untuk tuntutan di wilayah Kabupaten Malang terkait pembatalan rencana budidaya kelapa sawit, Made sepakat.
Baca Juga: Kemal Palevi Sentil Mahasiswi Pembawa Poster Nyeleneh Saat Demo: Malu-maluin
"Saya minta waktu kepada BEM untuk menghadap ke walikota dan ketua DPRD Kota Batu untuk mengawal ini. Dilahkan sampaikan suara ini. Kemudian untuk Kabupaten Malang temtang kelapa sawit kami sepakat untuk menolak itu," tutur dia.
Berita Terkait
-
Viral Polisi Suruh Pendemo Tolak UU TNI Cap Jari dan Foto, Publik Murka: Mereka Penjahat?
-
Demo Tolak UU TNI, Mahasiswi Ini Skakmat Annisa Mahesa: Diskusi Baik-baik Mau Didengar?
-
Pendaftaran UTBK Ditutup, Peserta Diminta Cek Kembali Lokasi Ujian dan Syarat Pembayaran
-
Aksi Tolak UU TNI di Jakarta Berakhir Ricuh
-
Massa Pendemo Tolak UU TNI di DPR Dipukul Mundur Aparat, Satu Motor Ludes Terbakar!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
4 Wisata di Kawasan Cangar Ditutup Usai Longsor yang Hempaskan 2 Mobil
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan