Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Kamis, 24 Maret 2022 | 14:00 WIB
Warga mengantre minyak goreng curah di Pasar Bunul Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (24/3/2022). [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

SuaraMalang.id - Indrajat (56) memelas sedih lantaran perjuangnnya antre berjam-jam demi minyak goreng curah di Pasar Bunul Kota Malang berakhir sia-sia. Warga asal Kelurahan Polehan ini ditolak petugas pendistribusian.

"Katanya ini hanya untuk pedagang minyak goreng. Saya tadi pas mau ngisi katanya tidak boleh karena bukan pedagang minyak goreng," ujarnnya, Kamis (24/3/2022).

Ia menuturkan, menerima informasi dari Whatsapp Grup (WAG) bahwa ada penjualan minyak goreng curah dengan HET Rp 14.000 per liter atau Rp 15.000 per kilogram. 

"Di sini loh ditulis pembeli siapapun bisa beli. Makannya sejak jam 09.00 tadi saya nungguin dan ini ditolak," tutur dia.

Baca Juga: Stok Minyak Goreng Curah Sangat Sulit Ditemukan, Ada yang Jual Rp20 Ribu

Penjual gorengan jamur krispi ini mengaku kecewa setelah ditolak untuk membeli minyak goreng curah.

"Saya sudah bawa jurigen dua ini ke sini jalan kaki ternyata gak dapat. Saya soalnya harus dapat minyak goreng curah ini mas soal e kalau pakai yang kemasan itu hargnya Rp 48 ribu per dua liter saya rugi jualannya," ujarnya.

Dia pun hingga pukul 10.30 tetap bertahan di lokasi. Dia berharap ada minyak goreng curah yang bisa dibelinya.

"Ya ya apa mas lek pulang gak bawa apa-apa ya rugi," tutur dia.

Sementara itu, Analis Perdagangan Muda Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kota Malang, Eka Winanta menyebut, usaha Drajat bertahan sia-sia.

Baca Juga: Ingat ya Bun! Minyak Goreng Rp14 Ribu per Liter Hanya untuk yang Curah

Sebab, pendistribusian minyak goreng curah hari ini hanya untuk pedagang minyak goreng di empat pasar tradisional di Kota Malang.

Load More