SuaraMalang.id - Jembatan menuju tempat wisata Lembah Dieng di Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang rawan ambruk. Sebab, salah satu tiang atau pilar penyangga sepanjang kurang lebih 10 meter hancur tergerus aliran sungai.
Berdasarkan pantauan SuaraMalang.id, Selasa (22/3/2022) pilar tersebut masih belum ada penanganan atau perbaikan. Namun sejumlah pengendara masih nekat melintas, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.
Beberapa warga sekitar pun berinisiatif memasang pembatas dengan tali di sisi timur jembatan.
Sutris salah satu warga sekitar mengatakan, pemasangan pembatas ini untuk penanda agar kendaraan tidak melewati sisi timur jembatan.
"Ya ini mek mengurangi beban saja. Karena sisi timurnya ini pilarnya sudah ambrol," tutur dia.
Dia mengaku, sebenarnya jembatan itu memang seharusnya tidak bisa dilewati.
Namun, karena jembatan itu satu-satunya akses jalan bagi kendaraan umum maka warga sekitar hanya bisa menandai saja.
"Ini sebenarnya tanggungjawabnya pihak perumahan untuk membenahi. Tapi saat ini belum dibenahi. Jadi ya cuma diberi pembatas saja," tutur dia.
Sutris melanjutkan, jembatan tersebut sebenarnya sudah pernah roboh 10 tahun lalu kurang lebih. Sebelumnya jembatan itu mempunyai dua jalur.
"Namun karena roboh itu jadi cuma satu jalur saja ini," tutur dia.
Baca Juga: Polisi Kawal Pemkot Malang Berantas Prostitusi Online
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diah Ayu Kusuma Dewi, mengaku perbaikan jembatan itu bukan tanggung jawab Pemkot Malang, tapi adalah tanggung jawab pihak perumahan.
"Karena jembatan itu merupakan PSU (Prasarana, Sarana dan Fasilitas Umum) yang masih dalam tanggungan pengembang. Belum diserahkan ke pemerintah," tutur dia.
Diah menjelaskan, alasan pihak perumahan belum menyerahkan PSU itu karena daerah perumahan itu sebagian wilayah merupakan Kota Malang dan sisanya masuk Kabupaten Malang.
"PSU seharusnya diserahkan tapi di wilayah yang dimaksud belum karena perumahan sebagian wilayahnya Kota sebagian Kabupaten Malang," tutur dia.
Untuk itu, Diah hanya bisa berharap pihak pengembang perumahan segera melakukan perbaikan.
"Mengingat infrastruktur yang dimaksud (jembatan) adalah infrastruktur publik. Perlu penguatan kembali. Dan harapannya para pelintas bisa menggunakan jalur lain yang ada," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas