SuaraMalang.id - Ratusan warga berunjuk rasa di Kantor Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (11/3/2022). Massa aksi memprotes hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Tegalwatu yang dituding penuh kejanggalan.
Pendemo yang didominasi kaum hawa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka datang dengan membawa banyak selebaran dan meminta pihak kecamatan segera menemui mereka.
Namun, hingga pukul 13.50 WIB, pihak kecamatan tak kunjung menemui warga, hingga akhirnya, menerobos masuk kantor kecamatan.
Konon, ratusan masa demonstrasi itu merupakan pendukung dari Cakades Lasuman yang kalah selisih satu suara pada gelaran Pilkades di Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris.
Mereka menuntut agar pihak kecamatan bersedia untuk menghitung ulang perolehan surat suara hasil pilkades yang dianggap banyak penyelewengan.
"Pokoknya, kami tidak mau pergi dari kantor kecamatan sebelum tuntutan kami untuk hitung ulang surat suara dikabulkan, bahkan kalau perlu kami tidur di sini. Kami tidak minta apa-apa, kami hanya ingin keadilan dari pihak kecamatan," kata Koordinator Aksi, Abdul Wafi mengutip dari Timesindonesia.co.id.
Sementara itu, Kuasa Hukum Cakades Lasuman, Deni Ilhami mengatakan, jika aksi tersebut merupakan aksi kedua. Sebelumnya aksi serupa dilakukan pada Selasa (2/3/2022) lalu. Karena memang, pada aksi pertama kedatangan warga tidak digubris dan tidak ditindaklanjuti.
"Warga pada saat demo pertama kali itu berjanji kalau akan ada demo yang lebih besar lagi jika tuntutan pertama itu tidak direspon. Ya sekarang ini warga menepati janji sampai tadi terjadi ketegangan dengan pihak aparat gara-gara tidak mau menemui massa," ungkap Deni.
Sekadar informasi, cakades di Desa Tegalwatu, terdapat tiga calon. Hasil penghitungan surat suara di desa, cakades nomor urut 1 Lasuman mendapat 985 suara; cakades nomor urut 2 Suraji mendapat 974 suara; dan cakades nomor urut 3 Hasin mendapat 986 suara. Sementara 29 surat suara tidak sah.
Baca Juga: Truk 'Sosor' Tiang Listrik dan Pembatas Jembatan di Probolinggo, Penyebabnya Sopir Ngantuk Berat
Sebelumnya, warga Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo sempat melakukan aksi serupa pada Selasa (2/3/2022) lalu. Mereka menuntut untuk dilakukan penghitungan surat suara hasil pilkades serentak secara terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Detik-Detik Yaim Min Tumbang di Polresta Malang: Mengembuskan Napas Terakhir Saat Lapor Polisi
-
Kasus Terkubur Bersama Jasad: Akhir Dramatis Perjalanan Hukum Yai Mim di Balik Jeruji
-
Modal 3 Jutaan Bisa Punya Laptop Gahar? Ini 5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar
-
Wasiat Terakhir Yai Mim: Kepulangan Sunyi ke Pelukan Tanah Kelahiran
-
Teka-teki Napas Terakhir Yai Mim: Sehat Walafiat Sebelum Maut Menjemput di Polresta Malang