SuaraMalang.id - Pelaku pembunuhan sadis yang menghebohkan Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang tertangkap. Perenggut nyawa wanita berinisial T (50) ternyata sang suami, Miskari.
Pelaku seperti tidak ada penyesalan apapun. Wajahnya tampak tenang saat turun dari mobil usai tertangkap petang ini.
“Pelakunya sudah kami tangkap barusan,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Bara’langi, mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Rabu (17/11/2021).
“Pelaku adalah suami dari korban. Namun untuk motif serta kronologis pembunuhan seperti apa, kami masih lakukan pemeriksaan,” imbuhnya.
Disinggung terkait motif pembunuhan, AKP Donny menyatakan penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
“Nanti dulu ya. Biar diperiksa oleh penyidik terlebih dahulu,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh, Miskari ditangkap oleh Tim Buser Polres Malang saat kabur ke wilayah Blitar. Diringkus tanpa perlawanan, pelaku mengakui telah membunuh sang istri. Sementara untuk motif pembunuhan, diduga karena cemburu.
Diberitakan sebelumnya, Tumirah ditemukan tewas oleh anaknya di sebuah gubuk yang berada di tengah hutan milik Perum Perhutani KPH Malang Dusun Sumber Winong Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan, Selasa (16/11/2021) sore kemarin.
Wanita berusia 50 tahun ini, ditemukan tak bernyawa dalam kondisi penuh luka di tubuhnya. Gubuk tempat korban ditemukan tewas, berjarak sekitar 3 kilometer dari perkampungan. Untuk menuju ke gubuk harus dilalui dengan jalan kaki. Gubuk itu adalah tempat singgah korban dan suaminya setelah bertanam pisang.
Baca Juga: Memburu Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis Gedangan Malang
Penemuan mayat korban ini, bermula dari anak korban yang sehari sebelumnya mendapat telepon dari ayahnya. Mengatakan kalau ibunya sedang sakit di gubuk dan anaknya diminta untuk mengecek. Ayahnya (pelaku, red) beralibi sedang tidak bisa menemani.
Esok paginya (Selasa, red) setelah mendapat telepon, anak korban langsung mengecek ke gubuk. Ternyata ibunya sudah dalam kondisi tak bernyawa. Selanjutnya anaknya kembali ke perkampungan untuk minta pertolongan warga, sekaligus melaporkan ke polisi.
Kasatreskrim menambahkan bahwa hasil olah TKP dan identifikasi di sekujur tubuh korban, banyak luka akibat senjata tajam. Seperti luka bacok di pinggul, bahu, leher, tangan dagu dan beberapa bagian wajah. Selain luka bacok, juga ada bekas luka tusuk.
“Dari hasil olah TKP, juga ditemukan fakta lain. Yakni sebilah celurit berukuran 12 centimeter dengan bercak darah. Selain itu bercak darah juga ditemukan pada tabung LPG. Termasuk senapan angin, pakaian korban dan sebuah tas selempang,” paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Bukan Sekadar Tanam Mangrove: Strategi Baru Ubah Pesisir Malang Jadi Mesin Uang Warga
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir
-
Bangun Fondasi Ekonomi dari Desa, BRI Optimalkan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih
-
Dari Pesisir Malang Menembus Bursa Karbon Dunia: Hutan Mangrove CMC Siap Menjaring 'Cuan Biru'
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen