SuaraMalang.id - Asesmen level PPKM untuk Kota Malang ternyata sempat membingungkan Wali Kota Sutiaji. Sebab versi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) berbeda.
Kondisi itu, kata dia, bahkan membingungkan seluruh masyarakat Malang. Ia sendiri mengaku sempat protes kepada pemerintah pusat terkait asesmen penentuan level PPKM tersebut.
"Saya kemarin protes, sampai masyarakat kita juga bingung. Asesmen dari Kemenkes itu kan mestinya kita masuk Level 2 yang mau masuk ke Level 1, hanya kekurangan capaian vaksinasi saja," ujar Sutiaji, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Minggu (10/10/2021).
Perlu diketahui, dari asesmen Kemenkes RI, Kota Malang memang saat ini telah berada di PPKM Level 2 dengan target capaian yang telah terpenuhi, salah satunya dalam capaian vaksinasi menuju Herd Immunity.
Namun, melalui asesmen Inmendagri di perpanjangan PPKM hingga 18 Oktober 2021 mendatang, Kota Malang sendiri masih masuk dalam PPKM Level 3, termasuk juga se Malang Raya.
Melihat kondisi perbedaan ini, Sutiaji meminta tolong kepada pemerintah pusat untuk bisa tegas memakai penilaian asesmen level PPKM yang mana, apakah Inmendagri atau Kemenkes RI.
"Mungkin karena kita ada aglomerasi, sehingga Surabaya yang kemarin katanya Level 1 ternyata versi Inmendagri itu yang Level 1 hanya Kota Blitar saja. Kami minta tolong lah yang dipakai ini yang mana, sehingga masyarakat gak bingung. Bingungnya ya kita sudah merasa (di level tertentu)," ungkapnya.
Terlebih, kata Sutiaji, capaian vaksinasi di dosis pertama secara umum untuk Kota Malang sendiri saat ini sekitar 84 persen. Kemudian untuk capaian vaksinasi lansia sendiri telah berada di prosentase 44 persen.
"Batasan masuk ke Level 2 (asesmen Kemenkes) kan minim 40 persen (vaksin lansia) lah kita kan sudah melampaui. Kalau capaian umum sudah 84 persen dan kita sudah melampaui juga," katanya.
Sutiaji membeberkan, waktu dirinya sempat berkomunikasi dengan Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan, dikatakan secara tegas untuk memakai asesmen dari Kemenkes RI untuk penilaian level PPKM.
Baca Juga: Shandy Purnamasari Pecahkan Rekor Dapat Tas Termahal di Kalangan Artis?
Hal ini didasari karena memang persoalan pandemi Covid-19 ini merupakan tupoksi secara keseluruhan dari Kemenkes RI.
"Kalau dulu itu pernah yang di publis kan dua juga ada dari BNPB dan Kemenkes. Pak Luhut pernag bilang, pakai Kemenkes saja, karena tusinya," ucap Wali Kota Malang menegaskan.
Berita Terkait
-
Shandy Purnamasari Pecahkan Rekor Dapat Tas Termahal di Kalangan Artis?
-
Terungkap Saat Vaksinasi, 500 Warga Asli Kepanjen Malang Ternyata Belum Punya KTP dan KK
-
Shandy Purnamasari Ulang Tahun, Potret Wajahnya Jadi Sorotan
-
Warga Kota Malang Bikin Gerakan Sendiri Hapus Grafiti Kawasan Heritage, Biaya Urunan
-
UIN Malang Matangkan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Dukung Danantara Indonesia, BRI Perkuat Transformasi dan Bisnis Produktif
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi