SuaraMalang.id - Kabupaten Jember naik status PPKM Level 3. Penyebabnya karena cakupan atau capaian vaksinasi Covid-19 masih di bawah target yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Pencapaian kita masih belum 50 persen. Vaksinasi total dosis 1 kurang dari 50 persen dan capaian vaksinasi lansia kurang dari 50 persen,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jember Lilik Lailiyah mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Selasa (5/10/2021).
Jumlah kasus pasien yang dirawat di rumah sakit sebenarnya rendah. Namun, indikator capaian vaksinasi masih belum memenuhi target.
Namun hingga saat ini, capaian vaksin dosis pertama baru 26,53 persen dari target 1,9 juta penerima vaksin.
Baca Juga: Ealah! Ternyata Masih Ratusan Pegawai Pemkot Batu Belum Vaksin, Bakal Disanksi
“Terpaksa kita harus menerima Jember turun dari level dua ke level tiga,” kata Lilik.
Ia menambahkan, ada empat faktor yang harus diseriusi semua pihak agar capaian vaksinasi bisa 50 persen.
“Pertama, ketersediaan vaksin. Hari ini ketersediaan vaksin kami masih ada 29.054 dosis dan itu semua sudah terjadwal hari ini. Besok baru kami berangkat mengambil vaksin ke provinsi. Alhamdulillah, kami menembus beberapa jalur. Jalur dinas provinsi, jalur TNI yang hari ini kami mendapatkan bantuan lima ribu dosis yang diperuntukkan khusus pekerja di PTPN XII, dan dari Polri kami mendapat lima ribu dosis,” urainya.
Faktor berikutnya, adalah jumlah tenaga vaksinasi atau vaksinator.
“Karena kami percepatan, kami upayakan penambahan vaksinator. Bukan hanya tukang suntik, karena kami perlu juga pencatatan real time ke pusat. Sehingga ada satu tim tersendiri. Kami ada tambahan merekrut relawan. Relawan yang kami tugasi di Isolasi Terpusat, karena sudah tidak ada pasien di sana, kami alihkan jadi vaksinator. Ada lagi tambahan dua klinik PMI dan PPMI yang sebelumnya belum ikut, akan ikut dalam pelaksanaan vaksinator,” kata Lilik.
Baca Juga: Capaian Vaksinasi Pelajar Masih Rendah, Wali Kota Tangsel Beberkan Kendalanya
Kemudian, masih kata Lilik, masih ada beberapa daerah yang minat masyarakatnya untuk vaksinasi rendah.
Berita Terkait
-
Pembelaan Dewi Perssik Usai Dinyinyiri Gegara Kasih Beras 5 Kg dan Uang Rp 10 Ribu ke Warga Jember
-
Lebaran Duluan! Umat Islam di Jember Salat Ied Hari Ini
-
Apa Pekerjaan Suami Bu Guru Salsa? Resmi Menikah Usai Videonya Viral
-
Viral Video Syur 5 Menit di Kota Santri, Bu Guru Salsa Jember Minta Maaf: Saya Tertipu...
-
Siapa Bu Guru Salsabila? Viral Usai Videonya Bikin Gempar Medsos
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
-
Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram
-
7 Rekomendasi HP 5G Murah Terupdate April 2025, Mulai Rp 2 Jutaan
Terkini
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno
-
Isi Rumah Warga Gondanglegi Malang Ludes, Pelaku Ternyata Orang Terdekat