SuaraMalang.id - Tidak sedikit masyarakat yang belum sadar pentingnya memilah sampah daur ulang. Merespon itu, organisasi non-profit, iLitterless mengampanyekan Green Consumer Day.
Program tersebut mengajak masyarakat menukar sampah anorganik dengan voucher belanja di sepuluh kafe yang ada di Kota Malang.
Dalam program kali ini, mayoritas diikuti kaum hawa yang menukarkan botol bekas perawatan kulit ke relawan iLitterless.
Terlihat sejumlah peserta program menukarkan botol tersebut yang dibawa di dalam tas kain.
Head Coordinator iLetterless, Ence Adinda Dianista Almas mengatakan, memang banyak wanita muda Malang yang antusias mencoba-coba produk perawatan kulit.
"Sehingga botolnya kan banyak. Nah itu mereka kebanyakan gak tau harus diapakan sampahnya itu. Padahal sampah skincare itu bisa didaur ulang dan bisa bermanfaat," tutur Ence.
Ence menambahkan, berdasarkan pantauannya, kebanyakan botol bekas skincare itu bercampur dengan sampah organik. Hal ini pun membuat sampah yang ada di Indonesia terutama di Malang menjadi sulit diuraikan.
"Nah kami tujuannya itu memisahkan itu. Sekarang sampah nasional kita itu 60 ton per tahun itu data dari KLHK (Kementrian Lingkungan Hidup). Itu besar banget. Ketika diselidiki ternyata sampah-sampah tersebut tidak berkualitas karena bercampur dengan sampah organik," jelasnya.
Dosen Language Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menambahkan, programnya ini adalah untuk langkah kecil merubah kebiasaan memilah sampah masyarakat.
Baca Juga: Viral Pengunjung Kafe di Malang Abai Prokes, Warganet Malah Mengungkit Gowes Wali Kota
Ketika sampah anorganik diserahkan ke 10 kafe yang bekerjasama dengan iLitterless, Ence mengatakan sampah akan diserahkan ke bank sampah yang ada di Malang Raya.
"Dan sebelum kami serahkan ke bank sampah. Kami akan pilah dulu sampahnya. Contoh skincare satu produk tapi berbagai macam bahan. Botolnya kaca, tutup botolnya HDPE (High Density Polyethylene) itu yang perlu dipisahkan" tutur dia.
Organisasi yang berdiri Juni 2021 ini bakal melanjutkan bahwa program ini tidak hanya berjalan hari ini, tapi setiap hari.
Bedanya jika program hari ini mendapat voucher makan, namun jika hari-hari berikutnya relawan dari iLetterless akan mengambil sampah anorganik ke rumah yang bersangkutan.
"Setiap hari akan kami gulirkan. Cuma bedanya kalau programnya hari ini itu annual (tahunan) dan mendapat voucher. Kalau hari biasa nantinya tidak mendapat apa-apa cuma tinggal hubungi kami lalu kami pick-up sampahnya di rumah," jelasnya.
Sementara itu, salah satu penyumbang sampah anorganik, Annisa Ramadhani (28) mengatakan, dia memberikan botol bekas perawatan wajah hingga kulit seberat 5 kilogram ke program 'Green Consumer Day'.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir
-
Bangun Fondasi Ekonomi dari Desa, BRI Optimalkan BRILink Agen untuk Dukung Koperasi Merah Putih
-
Dari Pesisir Malang Menembus Bursa Karbon Dunia: Hutan Mangrove CMC Siap Menjaring 'Cuan Biru'
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Akses Layanan Keuangan Lewat 1,06 Juta BRILink Agen
-
Dicekal di Pintu Pesawat Saat Hendak Umrah, Kiai Marzuqi Curiga Ada yang Pesan ke Intelijen Saudi