SuaraMalang.id - Jembatan penyeberangan di Desa Ngares, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur hancur diterjang air bah dipicu hujan deras mengguyur kawasan setempat. Sepasang tiang penyangganya tampak ambles sekitar satu meter terdampak banjir bandang tersebut.
Jembatan penyeberangan di atas Sungai Bagong itu merupakan akses bagi warga desa untuk menuju kota atau sebaliknya.
"Konstruksi jembatannya sudah tidak aman untuk digunakan. Sementara akses jembatan ini kami tutup demi keselamatan warga yang melintas," kata Kateni, warga Dusun Tegalrejo, Desa Ngares, yang melihat jembatan antarkampung di desanya patah akibat terjangan air bah mengutip dari Antara, Rabu (15/9/2021).
Dijelaskan Kateni, jembatan itu rusak saat air bah atau banjir bandang dari daerah pegunungan mengalir ke Sungai Bagong. Hujan membuat air sungai naik sehingga jembatan penyeberangan yang dibangun dari beton itu tergenang dan tiang penyangganya goyah.
Banjir bandang itu membawa sampah kayu, akar rumpun bambu, dan dedaunan lalu menerjang tiang jembatan bagian tengah.
Kateni bersama lima warga lainnya melihat jembatan itu patah saat air bah meluap dari Sungai Bagong hingga menggenangi jembatan. Mereka segera meninggalkan kawasan jembatan itu ketika mendengar suara tiang beton patah.
"Ini patahnya sekitar pukul 15.00 WIB. Permukaan air saat itu sudah peres (setinggi permukaan jembatan)," katanya.
Warga desa berharap jembatan yang rusak itu segera diperbaiki.
Selain menyebabkan kerusakan jembatan, hujan deras yang selama beberapa jam mengguyur wilayah Trenggalek pada Selasa (14/9) sore hingga petang memicu tanah longsor dan menyebabkan bagian jalan desa tertutup longsoran di Desa Depok, Kecamatan Bendungan. (Antara)
Baca Juga: 5 Doa Agar Terhindar Banjir, Hujan Deras Tidak Berakhir Bencana
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Audiensi Berujung Ricuh: Anggota DPRD Malang Masuk RS Usai Diseruduk Warga
-
Mudahkan Transaksi dan Remitansi PMI, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Insiden Kampus UB Malang: Mahasiswa FK Jatuh dari Lantai Enam, Polisi Telusuri Motif
-
Tak Gentar Jalan Berlumpur, Kepala Unit BRI Jemput Pelaku UMKM di Pelosok Rantau Prapat
-
Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering