Mubadzir Buang Sampah Sembarangan
Bramuda mentargetkan, gol dari inovasi ini adalah membentuk mindset masyarakat merasa sayang membuang sampahnya sembarangan. Alih-alih merasa mubadzir, dirinya berharap bisa memicu lahirnya kebiasaan atau budaya wisatawan yang pelit membuang sampahnya begitu saja.
Nantinya hal ini bisa muncul mindset segitiga terbalik. Jika awalnya wisatawan dominan menghasilkan atau menciptakan sampah di tempat wisata, maka kedepannya bisa berubah wisatawan yang gemar berburu sampah.
"Kalau semua wisatawan bisa pelit buang sampah sembarangan dan merasa sayang dibuang gitu aja karena bisa ditukarkan makanan, akan lebih bagus lagi," harap Bramuda.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pengelola destinasi wisata di Banyuwangi untuk aktif mengedepankan konsep wisata sehat, nyaman, aman dan bersih. Semuanya juga diminta agar melakukan kampanye kepada wisatawan agar mencintai lingkungan dengan tidak membuang sampah seenaknya.
Kampanye sampah ini, memiliki 4 fokus. Yakni untuk mendukung pendidikan anak sejak dini agar tidak meniru perilaku membuang sampah seenaknya, membantu menjaga kebersihan dengan mewujudkan ekosistem bebas pencemaran sampah, meluncurkan produk yang ramah lingkungan dan menggunakan bahan yang mengurangi risiko bagi masa depan.
Dampak Bayar Pakai Sampah
Selain berdampak terhadap roda perekonomian UMKM dan para pelaku wisata, inovasi ciamik ini tentunya digambarkan memiliki efek samping lain yang positif.
Adapun efek yang paling diinginkan yakni mengurangi beban tempat pembuangan sampah (TPS) di berbagai wilayah di Banyuwangi. Diharapkan, nantinya TPS-TPS disekitar destinasi wisata akan terbebas dari asap pembakaran sampah.
Baca Juga: Wisata Banyuwangi Sudah Dibuka, Silakan Berkunjung dan Ini Syarat Masuknya
Ketika pembakaran sampah telah berkurang secara massal, maka kualitas oksigen di dalam area destinasi wisata alam akan meningkat. Otomatis, tingginya saturasi oksigen ini bisa berdampak baik kepada wisatawan.
Taukah kamu, menghirup oksigen dengan kadar yang baik, bisa memperlambat proses penuaan atau membuat awet muda. Diyakini pula, kadar oksigen yang baik juga mampu memperpanjang umur manusia atau hewan yang menghirupnya.
Seperti diketahui, sampah plastik hingga saat ini masih menjadi momok bagi negara-negara di dunia.
Langkah melenyapkan erupsi sampah plastik dari gunung-gunung sampah yang tercipta, rata-rata dilakukan masyarakat dengan membakarnya. Satu persoalan terselesaikan namun justru memberikan dampak persolan yang lebih serius dan berbahaya.
Selain mempertebal polusi udara, pembakaran sampah plastik juga menghadirkan ancaman penyakit bagi manusia. Gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah, justru semakin berbahaya apabila terhirup.
Membakar sampah dapat melepaskan bahan-bahan berbahaya, seperti karbonmonoksida, formaldehida, arsenik, dioksin dan furan. Belum termasuk resiko lain ketika partikel pembakaran sampah mengkontaminasi makanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
Nasib Tragis Mantan Kepala SMPN 18 Malang: Dicopot Jabatan Kini Kasusnya Naik Penyidikan
-
Lewat BRILink Agen, BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Pelangiran di Wilayah Perairan Provinsi Riau
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Komitmen BRI Bangun Ekosistem Antikorupsi
-
Motor Mahasiswa Raib 'Distep' Maling, Pelaku Kena Jebak Pas Mau COD
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Dorong Kesempatan Kerja Setara lewat Pelatihan