SuaraMalang.id - Oknum kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur jadi sorotan. Lantaran diduga karaoke dangdutan abaikan alias melanggar protokol kesehatan (prokes).
Video diduga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso berinisial SE karaoke dangdutan itu viral di grup percakapan online.
Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik tersebut, SE bersama duetnya tak memakai masker dengan benar.
Menyadur TIMES Indonesia jaringan Suara.com, lokasi kejadian diduga di salah satu SDN Kecamatan Tegalampel. Dalam video tersebut, kepala dinas yang baru dilantik itu membawakan lagu dangdut.
Ia berduet dengan salah seorang yang juga diduga seorang pegawai. Baik Sugiono maupun lawan duetnya mengenakan seragam dinas berwarna putih. Selain tidak menggunakan masker dengan benar. Sugiono juga tidak menjaga jarak dengan lawan duetnya. Bahkan ia berdempetan saat melantunkan lagu.
Duet dangdutan Sugiono tersebut dipertontonkan di depan puluhan orang, termasuk di antaranya guru dan sejumlah pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan. Video tersebut kemudian viral di WhatsApp dan disayangkan oleh sejumlah pihak. Baik warga umum hingga pejabat.
Salah seorang warga, Neo menyayangkan sikap Kepala Dikbud Bondowoso tersebut. Ia menilai aksin itu mencederai pendidikan.
Apalagi saat ini kata dia, pandemi Covid-19. Sangat tidak elok. Pihaknya menyayangkan seorang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah bernyanyi di depan ASN dan siswa.
"Apalagi di tengah pandemi dan menimbulkan kerumunan. Dan tidak mematuhi protokol kesehatan," paparnya.
Baca Juga: Usai Bikin Penyok Toyota Alphard Milik Tamu, Pegawai Hotel Ini Lakukan Aksi Tak Terduga
Semestinya kata dia, sebagai figur publik memberikan contoh pada peserta didik.
"Ini sangat mencoreng pendidikan di Kabupaten Bondowoso dan upaya mencegah penyebaran Covid-19," imbuhnya.
Pihaknya berharap agar Polres mengusut pelanggaran Proskes tersebut. Agar tidak ada lagi peristiwa ini. Karena saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19.
"Kami tidak ingin PPKM Bondowoso yang sudah masuk level dua jangan sampai naik level tiga lagi," tegasnya.
Sementara Kepala Dikbud Bondowoso, Sugiono Eksantoso saat dikonfirmasi mengenai duduk perkara video dangdutan tersebut pihaknya tidak memberikan jawaban. Hanya membaca pertanyaan yang dikirim melalui pesan WhatsApp.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Dua Eks Kapolri Diisukan Ditangkap, Polri Buka Fakta 4 Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
Terkini
-
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai, Polres Malang Siagakan 800 Personel Kepung 4 Zona Rawan Bencana
-
Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan
-
Malang Selatan Dikepung Banjir dan Longsor: Jalur Utama Malang-Lumajang Lumpuh Total
-
Raih Empat Penghargaan Pada 2026, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun
-
Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba