SuaraMalang.id - Pengusaha sound system di Kabupaten Ngawi ramai-ramai jual perlengkapan, Rabu (4/8/2021). Aksi tersebut terpaksa dilakukan demi menyambung hidup di tengah hantaman pandemi Covid-19.
Aksi sekaligus protes pemilik usaha rental sound system itu digelar di jalan Kendal - Jogorogo itu. Tampak pula spanduk protes bertuliskan "Tukunen murah-murahan ae lek, timbang diuber BRI,"
Salah satu pengusaha, Sugeng menuturkan, sejak pandemi hingga pemberlakukan PPKM level 4 ini tidak ada lagi tanggapan. Padahal Dia harus mencukupi kebutuhan keluarga, termasuk angsuran kredit yang terus berjalan.
Dia menyebut aturan pemerintah dalam menangani pandemi tidak memberikan solusi bagi pengusaha seperti dirinya.
"Aturan pemerintah tanpa solusi, membunuh mata pencaharian tukang rental sound dan pekerja seni," katanya mengutip dari TIMES Indonesia, Rabu (4/8/2021).
"Dengan menggelar aksi ini, semoga pemerintah bisa memberi perhatian bagi kami, dan ada solusi bagi kami di tengah aturan yang diterapkan pemerintah," katanya berharap.
Seperti diketahui selama pemberlakukan PPKM level 4 di Kabupaten Ngawi, kegiatan sosial kemasyarakatan seperti hajatan tidak lagi diperkenankan digelar. Praktis hal itu berdampak pada penghasilan pengusaha sound system, sewa terop, dan termasuk juga pekerja seni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun
-
Jutaan Batang Rokok Ilegal di Malang Disita: Modus Licin Terendus
-
Tak Main-Main! 16 SPPG di Malang Gagal Uji Higiene, Ada yang Sampai 4 Kali Revisi
-
Karnaval Tanpa Dentuman: Pemkot Malang Tegas Larang Sound Horeg di HUT RI
-
BRI Catat Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen pada Triwulan I 2026