SuaraMalang.id - Aksi rebut paksa jenazah diduga pasien COVID-19 terus terjadi di Jember, Jawa Timur. Diduga termakan hoaks, ratusan warga Desa Pace, Kecamatan Silo ambil paksa jenazah dan merusak ambulans, Sabtu (24/7/2021) malam.
Melansir suarajatimpost.com -- jejaring media suara.com, aksi tersebut terekam kamera telepon seluler warga dan viral di media sosial. Pada video berdurasi 3 menit 35 detik itu, warga merusak ambulans membabi buta. Jenazah kemudian diambil untuk dimakamkan tanpa protokol kesehatan.
Sejumlah petugas pemulasaraan jenazah berpakaian APD hanya terdiam tak berdaya melihat amukan warga. Pemicu peristiwa tersebut, konon akibat adanya informasi bahwa jenazah bersangkutan organ tubuhnya hilang sengaja diambil.
"Kabarnya Ginjal dan matanya gak ada,” tulis akun Cak Joni di platfrom aplikasi Helo, sambil menyertakan potongan video warga merusak ambulans.
Unggahan tersebut mendapat 511 komentar dan dibagikan sebanyak 376 kali. Beragam komentar negatif juga disematkan dalam unggahan tersebut, termasuk isu tentang jual beli organ tubuh.
Salah satu pengguna aplikasi Helo dengan akun MENCARI DIRI menyatakan, jika kejadian tersebut menurut keluarga adalah pasien sakit lambung,
"Kejadian tadi malam, menurut sumber atau keluarga, korban sebelum dibawa ke rumah sakit punya sakit lambung, setelah beberapa hari dirumah sakit, korban meninggal dunia, sampai dirumahnya peti jenazah dibuka oleh keluarga, ternyata yang ada dalam peti tersebut penuh dengan darah segar,” tulis akun MENCARI DIRI.
Hal yang sama juga dilakukan oleh akun Pradipta Budi.
“Mau post vidio takut kenapa2, screnshot aja vidionya” tulis akun Pradipta Budi dengan menyertakan screenshoot vidio yang bertuliskan “DIBILANG CORONA SETELAH PETI DIBUKA TERNYATA MATANYA DIAMBIL TANPA SEPENGETAHUAN KELUARGA, SUNGGUH MANUSIA BIADAB,”.
Baca Juga: Lowongan Relawan Nakes di Jember Sepi Peminat, Rumah Sakit Kewalahan Hadapi Covid-19
Polsek Silo yang mengetahui aksi tersebut berusaha untuk membubarkan warga. Setelah di cek ternyata bola mata dan seluruh bagian tubuhnya masih lengkap. Meski demikian, pihak kepolisian akan tetap melakukan penyelidikan atas kasus ini yang membuat warga kalap dan merusak ambulan rumah sakit.
Sementara, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jember M. Jamil mengatakan pihaknya menyayangkan adanya peristiwa anarkis yang menimpa petugas pemulasaran jenazah.
“Kami menyayangkan adanya aksi anarkis yang dilakukan oleh warga terhadap petugas pemakaman Covid-19, memang kerap kali petugas pemakaman mendapat penolakan di pemakaman. Namun tidak sampai terjadi aksi anarkis, oleh karena itu, kami minta aparat hukum untuk bertindak tegas menangani kasus ini,” ujar M. Jamil.
Kapolres Jember AKBP Arif Rakhman Arifin mengatakan, pihaknya masih menyelidiki dan memburu penyebar informasi bohong alias hoaks yang beredar di berbagai platform aplikasi dan media sosial tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan terutama kepada mereka yang menyebar info hoaks dalam kasus perebutan jenazah di Silo,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Warga Malang Geger Hujan Es Sebesar Kerikil, Jangan Panik! Kenali Tanda-Tandanya
-
Rey di Malang Akui Istri Sudah Tahu Dirinya Perempuan Sebelum Menikah, Kini Berujung Polisi
-
Tak Curiga Waktu Pacaran: Kisah Intan Perempuan Asal Malang Miliki Suami Seorang Wanita
-
Suami Intan Ternyata Perempuan: Kedok Palsu Terbongkar saat Malam Pertama
-
Nestapa Perajin Tempe Sanan Malang: Terjepit Harga Kedelai Dunia Terpaksa Sunat Ukuran 1 Cm