Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Sabtu, 24 Juli 2021 | 08:58 WIB
Plt Kepala BPBD Jember M. Jamil [Foto: Suarajatimpost]

Kondisi ini membuat situasi kurang kondusif, kemudian petugas yang bermaksud akan melakukan pemakaman. Diarahkan untuk kembali ke Mako BPBD Jember.

"Karena situasi tidak kondusif, kita balik kanan. Nah di tengah jalan ini ada penghadangan dari warga, dengan menggunakan motor dan ada yang berjalan kaki. Karena suasana malam tidak tahu siapa yang membawa alat pemukul dan petugas kami ada yang dilempar batu juga," bebernya.

"Bahkan salah seorang relawan dari Pramuka Pak Nawawi tangannya sampai dipelintir dan didorong jatuh ke bawah. Saat itu ada 8 petugas, yang mengaku kena pukul 2 orang, dan satu kena lemparan batu (total ada 4 orang korban). Untuk lainnya didorong," tambahnya.

Dengan kondisi ini, diharapkan ada upaya pencegahan dan perlindungan dari petugas keamanan. Karena itu kata Jamil, bagaimanapun petugas hanya menjalankan perintah untuk melakukan pemakaman di tengah pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Petugas Pemakaman Covid-19 di Jember Dipukul, Dilempari Batu dan Dibanting Warga

"Jelas bahwa jenazah dengan kondisi ini (pandemi Covid-19), saat ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, harus dimakamkan dengan protokol kesehatan yang tepat," ujarnya.

"Apalagi petugas kami itu bekerja secara resmi untuk membantu masyarakat. Jikapun ada penolakan harus ada prosedur yang tepat. Kita menyadari kehilangan keluarga mempengaruhi kejiwaan. Petugas-petugas ini bermaksud membantu, jangan sampai terjadi upaya penganiayaan ini," tuturnya.

Dirinya berharap tak ada lagi kejadian serupa kepada tim pemakaman jenazah COVID-19 di Jember.

"Kami hanya jalankan tugas, jika sampai terjadi lagi, kami mendesak penegak hukum untuk diproses sesuai perbuatannya. Apa yang kami alami bukan delik aduan, kami tidak akan lapor," katanya.

Jamil menambahkan, timnya berharap ada perlindungan hukum dari aparat. Apalagi saat itu peristiwa terjadi di hadapan aparatur hukum; di depan kapolsek, camat, bahkan anggota dewan.

Baca Juga: Heboh! Petugas Pemakaman Pasien Covid-19 Dikeroyok dan Dilempari Batu

"Kami bertugas 24 jam sehari, kami harap ada perlindungan bagi kami. Karena kami hanya jalankan tugas saja," ujarnya.

Load More