Scroll untuk membaca artikel
Abdul Aziz Mahrizal Ramadan
Jum'at, 16 Juli 2021 | 14:49 WIB
ilustrasi Jenazah Pasien Covid-19 Antre 24 Lebih, Pelayanan Rumah Sakit Saiful Anwar Malang Tuai Protes.

Sehingga ini menyebabkan tim pemakaman musti mengirim dulu dari satu daerah ke daerah lainnya.


"Jadi lambatnya itu kan karena harus ngambil satu-satu jadi lambatnya itu ada di mobilitas. Kalau seperti di daerah Jakarta, yang lahan terus di Buldoser tempat titik sekali. Kendalanya masyarakat tidak mau, masih ingin dimakamkan di tempat dekat dengan keluarganya dan seterusnya," jelasnya.


Sebenarnya, Sutiaji menambahkan, masyarakat sudah diperbolehkan untuk memakamkan jenazah Covid-19 secara mandiri. 


"Makannya kemarin sudah saya sampaikan dibolehkan, ketika masyarakat tidak sabar menunggu giliran, maka bisa dengan ambulan yang sudah disesuaikan SOP-nya dimakamkan oleh pihak masyarakat," kata dia.

Baca Juga: Info Daftar Layanan Isi Ulang Tabung Oksigen di Malang


Sementara atas dugaan di video tersebut musti bayar dulu agar cepat dimakamkan, Sutiaji meminta masyarakat untuk membuktikan jika memang ada penarikan uang dari tim pemakaman atau petugas Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang.


"Jadi tadi itu apakah itu butuh uang insyallah tidak, dan jika ada itu kami akan tindak. Kalau dia ini dipercepat karena dia bayar dan tidak dipercepat karena dia tidak bayar terus ada bukti, maka akan kami tindak, jenazah kok dipermainkan," pungkasnya.

Kontributor : Bob Bimantara Leander

Load More