SuaraMalang.id - Insentif tenaga kesehatan (nakes) di Kota Probolinggo cair. Selain nakes, tenaga penunjang yang menangani pasien COVID-19 juga digelontor insentif.
Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengapresiasi apresiasi dedikasi nakes, termasuk kepada seluruh jajaran di RSUD dr. Mohamad Saleh yang tulus mengemban tugas untuk menangani COVID 19.
"Saya berharap kepada seluruh jajaran RSUD dr. Mohamad Saleh untuk senantiasa menjaga kesehatan dan jangan sampai lengah mengingat pandemi COVID-19 pada saat ini semakin mengkhawatirkan," katanya dikutip dari Antara, Senin (12/7/2021).
Ia mengimbau rumah sakit terus memperhatikan ketersediaan fasilitas, termasuk oksigen.
Baca Juga: Ya Ampun! 20 Polisi Probolinggo Positif Kena Covid-19, Sekarang Isolasi Mandiri
"Saya minta kepada RSUD Mohamad Saleh mengambil langkah-langkah pasti untuk bagaimana caranya oksigen tersedia, dan juga apabila ada kendala-kendala lainnya," katanya.
Sementara, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Mohamad Saleh Probolinggo dr. Abraar H.S. Kuddah mengatakan, insentif tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada nakes yang berjuang menangani pandemi COVID-19.
"Itu sebagai bentuk penghargaan pemerintah daerah untuk tenaga kesehatan dan tenaga penunjang lainnya yang menangani COVID 19," katanya.
Ia berharap, intensif dapat meningkatkan semangat dan etos kerja tenaga kesehatan guna mempercepat penanganan pandemi COVID-19 di tengah potensi risiko keterpaparan yang demikian besar.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan sekaligus Plt. Kepala Dinkes P2KB Pemkot Probolinggo Setiorini Sayekti menambahkan, pemberian insentif bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Pemerintah Kota Probolinggo sebesar Rp5 miliar lebih.
Baca Juga: Puluhan Anggota Polres Probolinggo Terpapar Covid-19
"Diberikan kepada tenaga kesehatan di RSUD dan puskesmas khusus yang menangani COVID 19 periode Januari hingga Mei 2021," ujarnya.
Ia menjelaskan insentif itu diberikan kepada 184 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum IGD, dokter gigi, perawat/bidang, dan tenaga kesehatan lainnya.
Selain itu, lanjut dia, insentif juga diberikan untuk 147 orang tenaga penunjang lainnya, seperti tenaga laundry, petugas sampah medis, tenaga akademik, tenaga elektro, medik, petugas penjaminan, tenaga administrasi, tenaga kebersihan, pendistribusian makanan pasien.
Kemudian, petugas pencegahan pengendalian infeksi, petugas kamar jenazah, sopir ambulans, petugas farmasi, tenaga keamanan, transporter, petugas skrining, manajer pelayanan pasien dan pendistribusian oksigen.
(Antara)
Berita Terkait
-
Mobil Listrik dan Hybrid Sudah Diguyur Insentif, Kapan Giliran Truk Listrik?
-
Waka Komisi IX DPR Geram THR Nakes RSUP Sardjito Cuma Cair 30 Persen, Desak Kemenkes Turun Tangan
-
Mudik ke Probolinggo? Ini 7 Kuliner Khas yang Tak Boleh Dilewatkan
-
Ekonom Nilai Insentif PPh 21 Jadi Angin Segar Bagi Industri Padat Karya
-
Ingatkan THR Pekerja Segera Dibayar, Cucun Syamsurijal Apresiasi Insentif Mudik Lebaran
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno