Ojung atau juga disebut Ojungan merupakan salah satu tradisi masyarakat Bondowoso yang sedikit terkesan ekstrem.
Pertunjukan kesenian yang satu ini memadukan ketangkasan, seni, religi dan beladiri di mana para peserta akan saling cambuk menggunakan rotan tanpa menggunakan pelindung tubuh sama sekali.
Biasanya kesenian ini digunakan sebagai ritual untuk menurunkan hujan ketika di Bondowoso mengalami musim kemarau panjang.
Para pemain Ojung percaya bahwa semakin banyak darah yang diteteskan akan semakin cepat turun hujan.
Saat pertujukan berlangsung, para penonton tidak perlu panik karena tidak ada dendam di sini. Saat selesai acara, mereka akan saling berjabat tangan menandakan perdamaian.
Sekarang ini Ritual Ojung sudah dikemas dalam bentuk tarian yang bisanya dibawakan satu paket dengan tari Singo Ulung dan Topeng Kona.
Namun jika ingin melihat tari Ojung asli yang benar benar digunakan untuk ritual, datanglah ke Bondowoso ketika musim kemarau panjang.
Ada beberapa wilayah yang masih mempertahankan Tradisi Ojung ini, seperti wilayah Leprak, Kecamatan Pajekan dan Desa Blimbing, Kecamatan Tapen dan juga di Kecamatan Cermee.
Wayang Kattok
Baca Juga: Warga Bondowoso Diminta Taati Prokes Setelah Muncul Klaster Hajatan
Wayang Potehi, nama itu pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga. Jenis wayang ini biasanya dibawakan di klenteng.
Ternyata di Bondowoso juga ada kesenian yang mirip dengan wayang potehi yaitu kesenian Wayang Kattok.
Wayang Kattok ini banyak menceritakan kisah perjuangan rakyat Bondowoso ketika masa penjajahan, contohnya peristiwa gerbong maut.
Kentrong
Kentrong Bondowoso merupakan sebuah kesenian musik yang sangat merdu hingga bisa menyejukkan hati dan pikiran yang sedang kalut.
Kentrong atau kentrung, merupakan salah satu kesenian khas masyarakat Bondowoso yang hingga kini masih tetap eksis. Hiburan rakyat ini dimainkan oleh para penabuh rebana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Buntut Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
-
BRI Raih Apresiasi Menaker Atas Program Magang Nasional yang Terstruktur
-
Kongkalikong Kepala Unit, Mantri, hingga Perangkat Desa Bobol Bank BUMN di Kepanjen Rp2,7 Miliar
-
BRI Siapkkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham Tahap II, Ini Tujuannya
-
Modal Rp25 Juta Beli 5 Kg Ganja di Medsos, Petani Asal Malang Diciduk Polisi