SuaraMalang.id - Lima calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) wanita yang kabur kemudian jatuh dari lantai 4 gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Luar Negeri PT Central Karya Semesta di Kota Malang karena ingin cepat kerja.
Setelah kabur dan terjatuh itu, saat ini tiga dari lima wanita calon PMI itu mengalami luka patah kaki dan luka di kepala karena terjatuh saat turun dari lantai empat itu. Mereka mengaku nekat kabur diduga karena sering mengalami siksaan dari pengelola BLK LN PT CKS.
Menanggapi hal tersebut Manajer BLK LN PT CKS, Maria membantah dugaan sering menyiksa para calon PMI itu. Maria berkilah lima calon PMI itu kabur karena ada dugaan iming-iming dari pihak luar untuk mempercepat waktu mereka bekerja ke luar negeri.
"Kami dari PT CKS selama ini tidak pernah melakukan kekerasan fisik ke calon PMI kami. Tidak pernah," kata dia saat konferensi pers yang digelar tertutup dan terbatas di halaman PT CKS, Jumat (11/6/2021).
"Kejadian beberapa hari lalu kami menduga ada pihak luar yang menjanjikan CPMI untuk bekerja lebih cepat. Mereka diming-imingi dapat bekerja di yang lain dan dengan cepat," kata dia.
Maria juga memiliki bukti bahwa dugaan iming-iming itu benar. Dan bukti tersebut pun sudah dia kirim ke polisi. "Kenapa? Karena kami memiliki bukti autentik dan hal ini sudah kami berikan ke pihak berwajib," tutur dia.
Seharusnya, Maria melanjutkan, lima calon PMI yang kabur itu belum layak untuk bekerja di luar negeri. Pasalnya kelimanya itu baru mengikuti pelatihan dalam kurun waktu hanya 3 sampai 5 bulan saja.
"Beda-beda masuk sini yang pertama ada di bulan empat di bulan tiga dan juga ada yang di bulan lima. Jadi kalau sesuai jadwal mereka belum berangkat. Mereka datang untuk pelatihan setelah pelatihan selesai kami akan membuat jadwal begitu mas," ujarnya.
Maria juga akan bertanggung jawab sepenuhnya terkait biaya perawatan tiga calon PMI yang saat ini sedang dirawat di RS Wava Husada Kecamatan Kepanjen.
Baca Juga: Kepulangan Pekerja Migran dari Malaysia, Pemkab Bantul Siapkan Program Pemberdayaan
"Jadi tetap menjadi tanggung jawab kami. Kami tetap membantu pengobatan dan pembiayaanya," tutur dia.
Sementara itu, dari pantauan Suara.com, tidak nampak ada kegiatan pelatihan dari calon PMI di sana. Bahkan calon PMI pun juga tidak nampak. Namun sebelum konferensi pers, terdapat sejumlah kerabat dari calon PMI yang berdatangan untuk menjemput calon PMI.
Pasalnya, mereka khawatir dengan kondisi calon PMI di dalam.
"Biasanya itu bisa telepon mas. Tapi dua hari ini saya tidak bisa komunikasi dan ada pemberitaan kemarin saya jadi langsung ke sini," kata salah satu kerabat calon PMI asal Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
-
Kepulangan Pekerja Migran dari Malaysia, Pemkab Bantul Siapkan Program Pemberdayaan
-
Kemnaker Terjunkan Tim untuk Investigasi 5 Calon Pekerja Migran yang Kabur
-
Bikin Merinding, Sejumlah Bangunan di Malang Ini Dikenal Angker
-
Sering Disiksa, 5 Calon TKW Kabur Terpeleset Jatuh dari Lantai 4 Gedung BLK Malang
-
Baru Sampai di Magetan, Seorang PMI dari Brunei Positif Covid-19, Varian Baru Kah?
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
BRI Wealth Management Tumbuh, Investasi Syariah Jadi Alternatif Lengkapi Portofolio
-
BRIZZI ARKIV Ajak Anak Muda Jelajahi dan Bawa Pulang Karya Lokal
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026
-
Boost Harimu, Nikmati Hemat 25% dengan BRI Kartu Kredit
-
Datang Jadi Saksi, Pulang Masuk Bui: Pak Dur Ditahan Usai Cekcok dengan Anggota DPRD Malang