SuaraMalang.id - Jalur menuju wisata Bromo di Probolinggo, Jawa Timur yang rusak akibat longsor belum juga diperbaiki. Alhasil, akses menuju wisata membahayakan pengendara.
Dilansir dari timesindonesia.co.id jaringan suara.com, bahkan salah satu titik jalur yang rusak memakan separuh badan jalan. Kerusakan itu terjadi sejak awal Maret 2021.
Kerusakan disebabkan hujan deras hingga menyebabkan struktur tanah di tebing penyangga jalan ambles alias longsor. Persisnya di jurang perahu, Desa Wonokerto, Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur.
“Ini kejadian keduanya, sebelumnya juga longsor, tapi tidak berdampak pada jalan. Baru kedua kalinya ini yang parah,” terang salah satu warga, Kevin, Rabu (21/4/2021).
Baca Juga: BRUKK! Dua Rumah Warga Ambruk Akibat Jalur Ganda Bogor-Sukabumi Amblas
Sejumlah pengendara pun harus bergantian untuk lewat, lantaran kerusakan jalan yang memakan hampir setengah dari badan jalan. Kondisi tersebut tentunya sangat membahayakan.
“Sudah diberi tanda pengaman dari karung dan tanah. Tapi kalau malam ya tetap bahaya, kan gelap,” imbuh Kevin.
Kondisi tersebut akhirnya memaksa sejumlah warga setempat melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas.
“Karena mereka itu kan tidak hafal jalan. Kondisinya juga gelap. Kalau sedang ramai tamu, ada yang menjaga di sana,” jelasnya.
Sementara, Kabid Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Probolinggo, Asrul Bustami mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lokasi.
Baca Juga: Razia Gede-gedean di Probolinggo Setelah Tawuran Remaja saat Ramadhan
“Insyaallah segera kami perbaiki, mohon doanya,” katanya, melalui pesan singkat.
Asrul mengatakan perbaikan longsor di jalur menuju wisata Bromo itu berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo. Masuk dalam program PRIM 2021. Warga maupun yang melintas di jalur tersebut, dihimbau untuk berhati-hati dan waspada. Mengingat jalur pegunungan rawan longsor.
Berita Terkait
-
Seteduh Mobil tapi Lebih Murah dari Xmax, Intip Pesona Selis Bromo
-
Serahkan ke Polisi soal Temuan Ladang Ganja di Bromo, Kemenpar: Itu Destinasi Ramah Lingkungan
-
Mudik ke Probolinggo? Ini 7 Kuliner Khas yang Tak Boleh Dilewatkan
-
Geger Ladang Ganja di Bromo, Legislator PDIP Soroti Pengawasan Lemah: Ini Alarm Buat Pemerintah
-
7 Fakta Mengejutkan Ladang Ganja di Bromo: Skandal di Balik Kawasan Konservasi
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Internasional Atas Prestasi Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
Petasan Lukai Pemiliknya di Malang, Korban Sampai Harus Dioperasi
-
Bos BRI: Keamanan dan Kenyamanan Nasabah Jadi Prioritas Utama
-
Volume Kendaraan di Tol Singosari Meningkat, Ini Tips Berkendara Aman yang Harus Dilakukan
-
Program BRI Menanam "Grow & Green Diwujudkan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno