SuaraMalang.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah 2.848 rumah warga rusak terdampak gempa Malang magnitudo 6,1, pada Sabtu (10/4/2021).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati melalui konferensi persnya secara virtual menjelaskan, ribuan unit rumah rusak bervariatif, yakni 642 unit rumah rusak berat, 845 unit rumah rusak sedang, 1.361 unit rumah rusak ringan dan 179 unit fasilitas umum rusak. Berdasar data laporan yang diterimanya, dari 16 kabupaten atau kota di Jawa Timur yang terdampak gempa, terparah ada di tiga daerah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Blitar.
"Rinciannya, Kabupaten Malang sejumlah 427 unit rumah rusak berat, 392 unit rumah rusak sedang dan 878 unit rumah rusak ringan. Kemudian ada 8 unit fasilitas kesehatan rusak, 15 unit fasilitas pendidikan rusak, 30 unit fasilitas ibadah, dan 6 unit jembatan yang rusak," ujarnya, Minggu (11/4/2021).
Berikutnya, lanjut dia, Kabupaten Lumajang tercatat 187 unit rumah rusak berat, 326 unit rumah rusak sedang dan 148 unit rumah rusak ringan. Lalu 3 unit fasilitas pendidikan, 14 unit fasilitas ibadah dan 2 unit perkantoran rusak.
"Sedangkan di Kabupaten Blitar, tercatat 9 unit rumah rusak berat, 76 unit rumah rusak sedang dan 217 unit rumah rusak ringan. Lalu sejumlah kerusakan juga dilaporkan di 9 unit kantor, 3 unit balai desa, 18 unit fasilitas ibadah, 7 unit fasilitas pendidikan dan 2 unit fasilitas kesehatan," sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
CEK FAKTA: Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Rp 2 Triliun dari Gus Yaqut, Benarkah?
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global
-
Peran Strategis UMKM Disorot Dirut BRI dalam Forum Keuangan Global WEF Davos
-
CEK FAKTA: China Resmi Tutup Pintu Wisatawan Israel, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Purbaya Hapus Dana Desa dan Diganti Subsidi Listrik hingga Sembako, Benarkah?