Kubu M. Nur sudah membuat susunan baru kepengurusan Yayasan Arema. Namun ditolak keras oleh Rendra Kresna, dan langsung memecat M. Nur dan jajarannya di Yayasan.
Dualisme ini pun sampai membuat Arema Indonesia Komite Normalisasi (KN) PSSI menolak hak suara Arema Indonesia di Kongres PSSI di Solo 9 Juli 2011 lalu.
Dualisme ini pun semakin kental saat adanya dualisme liga di Indonesia, yakni Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Premier League (IPL)
ISL waktu itu disebut sebagai laga tandingan PSSI yang legal. Arema kubu Rendra pun memilih untuk berlaga di sana karena PSSI yang diakui oleh AFC dan FIFA tidak mengakui keabsahan Arema kubu Rendra.
Sementara itu, Arema kubu M. Nur pun berlaga di IPL yang mana liga tersebut diakui keberadaannya oleh AFC dan PSSI.
Sejak saat dua liga itu lah dualisme ini terjadi dan dua Arema baik Arema Indonesia dan Arema FC tidak selesai hingga kini.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
BRI Dorong Transformasi Perbankan Lewat Human Capital BFLP Specialist 2026
-
3 Kali Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Letusan 700 Meter Warnai Pagi Malang dan Lumajang
-
CEK FAKTA: Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Rp 2 Triliun dari Gus Yaqut, Benarkah?
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global