SuaraMalang.id - Peristiwa serangan flare dan kertas berisi pesan di rumah dinas Wali Kota Malang Sutiaji resmi dilaporkan ke polisi, Senin (5/4/2021). Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Hadi Santoso dikabarkan melaporkan insiden di rumdin beralamat Jalan Ijen Nomor 1 tersebut.
Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi membenarkan laporan tersebut.
"Sudah tadi laporan ke Polresta. Itu tadi ceritanya pak Sekda melaporkan ke polisi ke Kapolresta sekitar jam 18.30," katanya, Senin.
Sekda Kota Malang, lanjut dia, meminta Polresta Malang Kota mengusut tuntas dalang pelemparan kertas disertai nyala flare di rumah dinas wali Kota Malang tersebut.
"Intinya untuk mengusut siapa yang melakukan tadi, intinya mengusut. Bisa diketahui sendiri ams, masak rumah dinas diganggu orang kemudian diam saja," sambung dia.
Meski menyampaikan aspirasi tidak dilarang, namun pihaknya menyayangkan cara penyampaian oleh oknum diduga kelompok suporter bola.
"Seharusnya kalau unjuk rasa itu dilakukan dengan baik gitu ya. Iya sesuai dengan aturan ada surat izin dan sebagainya. Tempatnya juga bukan di situ tapi di Balai Kota," ujarnya.
Pasca serangan tersebut, Satpol PP menambah jumlah penjagaan di rumah dinas wali kota malang.
"Awalnya kan empat biasanya sekarang saya tambah satu regu," tutupnya.
Baca Juga: Wanita Tua Misterius Ngaku Utusan Allah, Ajak Warga Keluar dari Agama
Diberitakan sebelumnya, sekelompok OTK diduga oknum suporter bola melempari rumah dinas Wali Kota Malang Sutiaji dengan sejumlah kertas berisi pesan tertulis. Aksi tersebut juga disertai nyala flare.
Berdasarkan olah TKP, polisi menyebutkan pesan tertulis pada kertas yang dilempar berisi tantang Yayasan Arema.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
BRI Dorong Transformasi Perbankan Lewat Human Capital BFLP Specialist 2026
-
3 Kali Erupsi Gunung Semeru Hari Ini, Kolom Abu Capai 1 Kilometer
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Letusan 700 Meter Warnai Pagi Malang dan Lumajang
-
CEK FAKTA: Dito Ariotedjo Sebut Jokowi Terima Rp 2 Triliun dari Gus Yaqut, Benarkah?
-
BRI Ungkap Prospek Fintech Indonesia di Hadapan Investor Global