SuaraMalang.id - Heboh video hoaks penembakan Pengasuh Ponpes Thoriqul Jannah, Desa Babadan Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Gus Idris nyatanya demi konten YouTube mendapat tanggapan dari ulama Kota Malang, KH Marzuqi Mustamar.
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Sabilurrosyad, Gasek Kota Malang itu mengatakan, bahwa menyebarkan hoaks atau kabar bohong demi kepentingan tertentu adalah melenceng dari ajaran Islam. Ia menjelaskan, bahwa Islam mengajarkan kepada siapapun tidak boleh berbohong.
"Saya bicaranya normatif saja dalam ajaran Islam tidak boleh mem-bully (perundungan) orang. Tidak boleh memfitnah tidak boleh berkhianat, bohong tidak boleh, adu domba tidak boleh," kata Marzuqi saat ditemui di kediamannya, Rabu (3/3/2021).
Marzuqi juga berpendapat, siapapun termasuk ulama sekalipun yang melenceng dari ajaran Islam, maka niscaya akan mengalami kerugian, cepat ataupun lambat.
Ia melanjutkan, kepercayaan dari orang lain adalah hal yang wajib dijaga untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Caranya menjaganya, yakni dengan bertutur dan berprilaku jujur.
"Ini untuk siapapun, salah satu kunci sukses itu kalau kita mendapat kepercayaan dari pihak lain. Orang dagang sukses memasarkan asalkan mendapat kepercayaan. Orang berdakwah akhirnya menjadi besar dipercaya umat. Karena mereka percaya," kata dia.
Hal ini berbeda jika seseorang sudah berbohong atau menyebar informasi hoaks. Ulama maupun pengasuh pondok pesantren sekalipun, kata Marzuqi, bakal kehilangan umat atau santri atau mengalami kerugian lainnya.
"Kalau kita umat Islam sering berbohong mengecewakan orang menghianati orang, ujung-ujungnya orang lain gak percaya sama islam. Ustaz atau siapapun bikin bohong lama-lama ujung-ujungnya masyarakat kecewa, habis lah jamaahnya habislah santrinya," tutur dia.
Maka, KH Marzuqi mengajak, tidak hanya Gus Idris, tapi seluruh warga Indonesia untuk berhenti menyebar berita hoaks atas nama apapun.
Baca Juga: Tanggapi Gus Idris, Ketua PWNU Jatim: Hoaks Itu Keluar Dari Ajaran Islam
"Karena jangan sampai kejadian di Timur Tengah perang saudara itu karena berseliweran hoax. Akhirnya umat bingung fitnah sana sini akhirnya perang saudara. Indonesia tidak boleh," jelasnya.
KH Marzuqi mengaku sering memantau perkembangan dunia maya. Bahkan pernah melapor ke Subdit Cyber Crime Polda Jatim, jika menemukan informasi hoaks.
"Saya terus lakukan laporan sering juga mendapat hoax lalu saya laporkan ke Cyber Crime untuk tracing. Jadi saya harap dan mengajak pemerintah atau aparat untuk memberentas hoax di Indonesia," tutup dia.
Kontributor : Bob Bimantara Leander
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Bantu Warga Terdampak Gempa Flores, Relawan BRI Peduli Salurkan Kebutuhan Pokok
-
Cari Kendaraan Baru? BRI KKB Expo 2026 Hadirkan Solusi Pembiayaan yang Lebih Mudah
-
Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial
-
Gunung Geger Membara! 12 Hektare Hutan Jati Hangus Dilalap Si Jago Merah dalam Sekejap
-
Microsleep Sang Sopir Pikap Menghentikan Langkah Kecil Bocah Asal Malang Selamanya