SuaraMalang.id - Polresta Banyuwangi meringus inisial SW diduga sebagai otak komplotan pengedar uang palsu berbagai mata uang asing. Polisi juga menyita alat cetakan dari penangkapan tersebut.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, penangkapan tersangka pemilik cetakan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan polisi terhadap kasus sebelumnya dengan total 10 tersangka.
“Kita tangkap (inisial SW) pada tanggal 1 Maret 2021 malam. Ini kita duga sebagai otak pelaku dan pemilik master key (cetakan) dari uang asing palsu tersebut,” katanya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id media jejaring suara.com, Rabu (3/3/2021).
Ia melanjutkan, dari pemeriksaan inisial SW, ada satu orang lagi yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Keberadaannya masih di luar Provinsi Jawa Timur, sementara kita kembangkan untuk menangkap pelaku lainnya. Untuk barang buktinya akan kita rilis nanti,” sambung dia.
Dari tangan tersangka SW, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang asing palsu serta cetakan uang yang digunakan untuk mencetak aneka mata uang palsu.
Berdasarkan hasil interogasi, sindikat uang asing palsu ini menargetkan para kolektor, khususnya uang kuno. Sebab, terdapat sejumlah pecahan uang rupiah maupun uang asing palsu yang dicetak di bawah tahun 1970.
Rinciannya, 10 bendel (1.000 lembar) uang pecahan $100.000 USD Tahun 1934 dan empat lembar uang kertas rupiah palsu pecahan Rp 1.000 Tahun cetakan 1964. Juga ada 100 lembar uang Euro palsu pecahan 1.000.000. Padahal, pecahan uang euro paling besar yakni 500 uero.
“Patut diduga, para tersangka ini juga menyasar para kolektor uang lama. Ini masih kita kembangkan, termasuk mencari para korban dari peredaran uang palsu ini. Seluruh tersangka sudah ditahan di Polresta Banyuwangi," kata Kombes Pol Arman mengakhiri.
Baca Juga: Penampakan Uang Asing Palsu Senilai 4 Trliun Rupiah
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang
-
Polemik Panas Yakuza Maneges vs PBNU Soal Segel Pesantren di Malang
-
Cuci Gudang di Kandang Singa! Samuel Balinsa dan Deretan Bintang Resmi Pamit dari Arema FC
-
Kucing-kucingan di Jalur Tikus: 13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Diciduk, 4 Lainnya Jadi Buruan