SuaraMalang.id - Hari ini Google Doodle bertema 'Selamat Hari Ibu, Ayo Membuat Kerajinan Tangan'. Ternyata hal ini senada dengan acara yang sudah digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama UN Women dan World Health Organization (WHO) yaitu Kompetisi Komik dan Ilustrasi 'Perempuan dan Covid-19'.
Kompetisi ini sudah digelar sejak Oktober 2020, dan terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 15 hingga 24 tahun untuk kategori I dan usia 25 tahun ke atas untuk kategori II.
Hasilnya pemenang lomba sudah diumumnya, masing-masing ketegori terdapat 3 pemenang yang karyanya mengugah, menginspirasi dan menyadarkan tentang besarnya peran perempuan dan ibu, khususnya di masa pandemi Covid-19 saat ini
"Saya gembira melihat hasil kompetisi ini. Melalui kompetisi komik dan ilustrasi 'Perempuan dan Covid-19', tentunya telah mendorong kepedulian berbagai pihak terkait Covid-19 dan dampak yang dirasakan oleh anak-anak, perempuan, dan masyarakat di seluruh Indonesia," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (22/12/2020).
Penasaran, siapa saja pemenang dan seperti apa karyanya? Berikut daftar pemenangnya.
Pemenang Kategori I (usia 15 hingga 24 tahun)
Pemenang Pertama : Lidya Permata Sari
Ilustrasi karya Lidya, berjudul "Ibu Kepala Keluarga" bercerita tentang tiga anak yang memberikan kejutan untuk sang ibu yang bekerja sangat keras sebagai orangtua tunggal di masa pandemi, mulai dari mengurus keperluan rumah tangga, membimbing anak-anak yang bersekolah dari rumah, hingga bekerja dari rumah.
Mereka ingin ibu tidak lupa memberi waktu untuk dirinya beristirahat, tidak hanya merawat dan mencintai keluarga, tapi juga dirinya sendiri.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Mahfud MD Unggah Sosok Siti Khadijah yang Tak Lulus SD
Pemenang Kedua : Marcellina Monica
Karya Monica menceritakan bagaimana perempuan saling menopang, mendukung, membantu dan menyemangati satu sama lain, hingga menjalankan roda ekonomi serta kehidupan dalam masyarakat dalam situasi pandemi ini.
Setiap perempuan memiliki perannya tersendiri terlepas dari berbagai latar belakang, profesi, status, dan usia.
Perempuan juga memiliki caranya tersendiri untuk mencintai dirinya, melindungi keluarga, bekerja/berkarya, berkontribusi membawa pengaruh dan positivitas untuk lingkungan dan sesama.
Pemilihan warna mengekspresikan keunikan, keragaman dan potensi dari setiap perempuan.
Pemenang Ketiga: Firlan Maulana
Ilustrasi yang menggambarkan selama pandemi COVID-19, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di berbagai negara semakin meningkat.
Pembatasan pergerakandan stress akibat dampak ekonomi di masa pandemimemicu kekerasan terhadap perempuan.
Melalui karya ini, saya ingin menggandeng berbagai kalangan untuk terus mengampanyekan perlindungan hak-hak perempuan dan anak perempuan.
Pemenang Kategori II (usia 25 tahun ke atas)
Pemenang Pertama : Rahmawati Yayu Ningsih
Ilustrasi yang menceritakan tentang di tengah pandemi, pembagian pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan yang setara antara suami dan istri sangatlah penting dalam membantu mengurangi beban seorang ibu dalam menjalani aktivitasnya selama masa pandemi.
Pemenang Kedua : Rezza Rainaldy
Ilustrasi yang menyiratkan pesan, keluarga harus saling jaga selama pandemi. Saya mengambil perspektif dari seorang anak yang harus melaksanakan sekolahnya secara daring.
Kondisi pandemi memaksa kedua orang tuanya harus tetap bekerja dari rumah untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Pembagian peran Ayah dan Ibu pun dalam memenuhi kebutuhan anak sangatlah penting, termasuk keikutsertaan dalam pendampingan terhadap proses belajar.
Pemenang ketiga : Nur Fitriana
Karya nur menggambarkan masyarakat di pedesaan bahkan pedalaman sekalipun, baik perempuan dan laki-laki bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Setelah kembali ke rumah, pekerjaan rumah tangga tetap dilakukan oleh keduanya. Ditambah lagi adanya sistem belajar daring yang melibatkan peran orangtua. Ada pembagian pekerjaan rumah tangga yang setara.
Pada ilustrasi ini, keluarga ikut menjaga kebersihan secara optimal seperti mengingatkan keluarga untuk rajin mencuci tangan, dan makan makanan yang sehat dan bergizi.
Berita Terkait
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Neko to Kiss: Mengadopsi Kucing yang Merupakan Jelmaan Teman Satu Kelas
-
Warga Depok Harus Bangga, Studio Ilustrasi di Sana Garap Poster Lagu Baru Ariana Grande
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Setop Pembangunan Top-Down! Saatnya Suara Perempuan Akar Rumput Masuk Kebijakan Nasional
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Modus Program UMKM, 227 Warga Malang Terpikat Sandiwara ASN Gadungan
-
Ribuan Aset Daerah di Malang Dipatok Target Sertifikasi Demi Cegah Mafia Lahan
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu
-
Drama Evakuasi Pendaki Ilegal Gunung Semeru yang Berakhir di Tangan Hukum
-
Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang