- Gunung Semeru erupsi pagi hari dengan kolom abu setinggi 700 meter.
- Status Gunung Semeru masih Level III Siaga menurut PVMBG.
- Warga dilarang beraktivitas di zona rawan awan panas dan lahar.
SuaraMalang.id - Gunung Semeru memuntahkan kolom abu setinggi ratusan meter pada Kamis (29/1/2026) pagi. Aktivitas vulkanik Gunung Api tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur itu, terekam jelas oleh petugas pengamatan sejak dini hari.
Berdasarkan laporan resmi, Gunung Semeru erupsi pada pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan mencapai sekitar 700 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan detail kejadian tersebut dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis pukul 07.20 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian.
Menurut Mukdas, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Aktivitas Gunung Semeru erupsi tersebut juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sekitar 115 detik.
Sebelum erupsi pagi hari, Gunung Semeru erupsi lebih dahulu pada pukul 04.47 WIB. Pada kejadian tersebut, tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau berada di ketinggian 4.176 mdpl.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 123 detik," tuturnya.
Hingga kini, status aktivitas Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Menyikapi kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung api.
Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
Selain itu, di luar jarak tersebut, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.
PVMBG juga mengingatkan warga untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Daerah rawan meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan, seiring aktivitas Gunung Semeru erupsi yang masih fluktuatif.
Berita Terkait
-
Ungkap 2 Sektor Paling Rawan Korupsi, Ketua KPK Ingatkan 3 Kepala Daerah di Malang Raya
-
Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
-
Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?
-
Dua Ruangan RSSA Malang Terbakar, Api Padam dalam 1,5 Jam
-
Semeru Erupsi Lagi Minggu Pagi, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.000 Meter ke Langit
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Viral Tampar Siswa di Depan Gerbang, Kepsek SMPN 18 Malang Resmi Dicopot Usai Didemo Massal
-
Gara-Gara Tak Pakai Baju Lurik, Kepsek SMPN 18 Malang Diduga Tampar Siswa 4 Kali dan Ditonjok
-
Nikmati Keseruan Pestapora 2026 Bareng BRImo dengan Ragam Program Spesial
-
Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Resmi Dibuka 26 September, 3.700 Pendaki Prioritas Reschedule
-
Ekstra 27.000 GarudaMiles, Keuntungan Perjalanan untuk Nasabah BRI Prioritas